Sulap Kerang jadi Kalung dan Anting, Mulyadi Raup Untung Capai Rp 10 Juta per Bulan

Kerajinan kalung dan anting milik Mulyadi (30) asal Madura ini, diminati hingga mancanegara

Sulap Kerang jadi Kalung dan Anting, Mulyadi Raup Untung Capai Rp 10 Juta per Bulan
Tribun Bali/Rino Gale
Kalung hasil kerajinan kerang karya Mulyadi. Tribun Bali mengunjungi tempat produksi kerajinan kerang milik Mulyadi di Jalan Telaga Ayu, Kedonganan, Kuta, Minggu (10/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kerajinan kalung dan anting milik Mulyadi (30) asal Madura ini, diminati hingga mancanegara.

Ia mengaku dalam seminggu bisa memproduksi 500 kerajinan kalung dan anting kerang.

Jika dikalikan sebulan, ia bisa memproduksi kerajinan mencapai 2.000, dan diekspor dengan cara mengirimnya lewat cargo ke Malaysia, Singapura dan China.

Baca: Satgas TMMD Bangkitkan Semangat Olahraga Para Generasi Muda Banjar Tampuagan

Baca: Jelang Laga Kontra Semen Padang, Pakem Bali United Berubah Pasca Ditinggal Tiga Pemain ke Timnas

"Ya banyak peminatnya dari Malaysia, Singapura sama China. Soalnya peminatnya banyak dari sana, terus pengirimannya melalui cargo," ujarnya saat ditemui Tribun Bali di Jalan Telaga Ayu, Kedonganan, Kuta, Minggu (10/3/2019).

Kerang jenis Japing dan Topang yang disulap menjadi kalung dan anting ini tidak hanya diminati oleh mancanegara, namun permintaan dari lokal pun sangat banyak.

Baca: 100 Tas Belanja Ludes oleh Pedagang dan Pembeli di Pasar Badung

Baca: Ajarkan Anak Cara Mendaur Ulang Kertas di Festival Of Sosial Entrepreneurship Wave and Suistainable

"Selain kami kirim ke luar negri, kerajinan ini dijual di daerah Legian dan Kuta dengan harga Rp 5 ribu ukuran 3 cm dan Rp 7 ribu ukuran 5 cm," ungkapnya.

Dikatakan, ada dua macam bentuk yakni oval dan bulat.

Proses pembuatannya membutuhkan waktu beberapa menit hingga berjam-jam.

Baca: Berburu Spot Foto Instagramable di Ulun Danu Beratan

Baca: Berbagai Lomba Meriahkan HUT Yayasan Tukad Bindu ke-2

"Pertama kerang dibentuk dengan gerinda. Kemudian ditempel menggunakan lem fox. Setelah itu diamplas dan dipoles sampai halus," ujarnya.

Selama 20 tahun bekerja sebagai perajin kerang, Mulyadi bisa meraup keuntungan Rp 5-10 juta per bulan.

"Untungnya setiap tahun stabil ya. Kalau ramai sekali sih bisa sampai Rp 10 juta lebih per bulan (untungnya)," ujarnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved