Terinspirasi Keheningan Nyepi, Nosstress Rilis Video Live Single 'Istirahat'

Keistimewaan pelaksanaan Nyepi menjadi inspirasi bagi trio folk blues, Nosstress dalam melahirkan komposisi anyar berjudul "Istirahat"

Terinspirasi Keheningan Nyepi, Nosstress Rilis Video Live Single 'Istirahat'
Istimewa/Dok. Nosstress
Nosstress saat pengambilan video live single lagu "Istirahat" di Bukit Pekarangan, Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nyepi menjadi hari yang paling istimewa dan ditunggu-tunggu bagi umat Hindu. Semua aktivitas, hiruk pikuk manusia, dan mesin produksi terhenti dalam sehari, menyepi dari semua nafsu dan keserakahan.

Keistimewaan pelaksanaan Nyepi menjadi inspirasi bagi trio folk blues, Nosstress dalam melahirkan komposisi anyar berjudul "Istirahat".

Single baru ini dirilis dalam format video live, dan telah tayang di kanal Youtube Nosstress, sehari pasca Nyepi 1941, tepatnya saat ngembak geni, Jumat (8/3/2019).

"Setelah kita semua istirahat sehari, bumi akan segar kembali dan layak dihadiahi sebuah tembang baru. Lagu Istirahat ini adalah kenikmatan Nyepi untuk kami," papar vokalis juga gitaris Nosstress, Man Angga.

Bagi para personel Nosstress, Nyepi adalah hari ternikmat sejagat raya. Hari di mana semua kerja manusia mesti berhenti. Mengendalikan diri dan memberi kesempatan bagi bumi untuk bernafas lega. Lega dari hiruk pikuk manusia yang menjejaki setiap waktu.

"Nyepi hari yang kami tunggu, dan menurut kami hari paling nikmat, mungkin juga untuk banyak orang. Setiap waktu kita disibukkan dengan aktivitas dan dalam sehari kita memberikan kesempatan untuk bumi beristirahat," saut vokalis juga gitaris Guna Warma.

Tentang lagu "Istirahat", Man Angga menuturkan, lahir dari kenikmatan Nyepi -- juga keresahan akan derasnya laju kerja manusia di tengah dunia yang dikuasai kapitalisme.

Membuat manusia harus bekerja keras, mengkonsumsi segala isu dan produk yang dilempar oleh kapitalis kecil hingga raksasa. Ini adalah satu-satunya cara bertahan hidup manusia masa kini.

"Kita gila kerja dan gila konsumsi. Bumi semakin tak sehat, kemudian produksi besar-besaran isu dan produk penyelamat hidup oleh kapitalis berjalan lancar," tuturnya.

Nyepi berdampak pula pada berkurangnya puluhan ribu ton karbon dioksida. Semua makhluk pun mendapat suplai oksigen yang dapat menyegarkan fungsi raga.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved