Kisah Gitar Pekak Tuges yang Terjual sampai Rp 126 Juta, Mengaku Lebih Dihargai Musisi Internasional

Pekak Tuges mengatakan, setiap gitar yang dibuatnya, memang tidak pernah dijual dengan harga rupiah

Kisah Gitar Pekak Tuges yang Terjual sampai Rp 126 Juta, Mengaku Lebih Dihargai Musisi Internasional
Tribun Bali/Eri Gunarta
Wayan Tuges bersama gitar yang dibanderol seharga 5.000 Dolar Amerika, Senin (11/3/2019), ditemui di Sukawati, Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – USD 2.000, USD 5.000 dolar, demikian logo harga gitar di galeri I Wayan Tuges, di Banjar Sakih, Desa Guwang, Sukawati.

Tak ada satupun gitar yang berornamen Bali yang dibanderol dengan harga rupiah. Bahkan ia pernah menjual gitar seharga USD 9.000, jika dikalikan kurs Rp 14.000 per 1 dolar, maka nilainya Rp 126 juta.

Penjualan menggunakan dolar ini, kata Pekak kelahiran 7 Oktober 1952 ini bukan karena tidak menghargai mata uang rupiah. Tetapi kata dia, ada hal ironis di balik itu.

Pekak Tuges mengatakan, setiap gitar yang dibuatnya, memang tidak pernah dijual dengan harga rupiah. Hal tersebut karena selama ini gitar buatannya lebih dihargai musisi-musisi internasional. Satu di antaranya, band Walk off the Earth.

“Ya, memang saya jualnya pakai dolar, saja. Sebab karya saya lebih dihargai oleh musisi-musisi internasional. Mindset musisi kita perlu diubah, cintailah karya anak bangsa,” ujar Pekak Tuges.

Namun Tuges tak mengungkapkan maksudnya terkait musisi nasional yang kurang mencintai karya anak bangsa.

Tapi, saat disinggung apakah musisi nasional kerap menawar harga gitar atau meminta gratisan, Pekak Tuges langsung tersenyum.

“Saya tak mau mengungkapkan itu, nanti takutnya Wayan Tuges dibilang terlalu blak-blakan,” ujarnya lalu tertawa.

Pekak Tuges menegaskan, setiap gitar yang dibuatnya, tidak diselesaikan secara asal-asalan.

Artinya, ia sama sekali tidak mengejar materi, melainkan kepuasan pembeli. Sebab gitarnya, selain digunakan untuk bermain musik, juga dipakai sebagai pajangan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved