Kisah Mahasiswi 18 Tahun Melawan dari 'Terkaman' Sang Paman hingga Selamat dari Usaha Perkosaan

Peristiwa berawal saat A sedang tidur di kamarnya pada pukul 02.00 Wita. Saat itu korban tertidur pulas sedangkan lampu kamar sedang menyala.

Kisah Mahasiswi 18 Tahun Melawan dari 'Terkaman' Sang Paman hingga Selamat dari Usaha Perkosaan
Surya
Ilustrasi: Seorang mahasiswi berusia 18 tahun, nyaris saja menjadi sasaran nafsu pamannya sendiri. Mahasiswi berinisial A asal Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa ini lansung melaporkan kasus penganiayaan dan percobaan pemerkosaan oleh pamannya berinisial S (42) pada Minggu (17/3/2019) 

Kisah Mahasiswi 18 Tahun Melawan dari 'Terkaman' Sang Paman hingga Selamat dari Usaha Perkosaan."Saya kaget, wajah saya sudah dipukul-pukul. Saat saya buka mata, saya melihat lampu sudah dimatikan, dan tersangka sudah berada di atas saya sambil memukul saya," ungkapnya.

TRIBUN-BALI.COM, MANADO - Seorang mahasiswi berusia 18 tahun, nyaris saja menjadi sasaran nafsu pamannya sendiri.

Mahasiswi berinisial A asal Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa ini lansung melaporkan kasus penganiayaan dan percobaan pemerkosaan oleh pamannya berinisial S (42) pada Minggu (17/3/2019)

Mahasiswi cantik ini didampingi keluarga melaporkan kejadian peristiwa tersebut ke Mapolresta Manado pada Minggu pukul 03.30 Wita.

Peristiwa berawal saat A sedang tidur di kamarnya pada pukul 02.00 Wita.

Saat itu korban tertidur pulas sedangkan lampu kamar sedang menyala.

"Saya kaget, wajah saya sudah dipukul-pukul. Saat saya buka mata, saya melihat lampu sudah dimatikan, dan tersangka sudah berada di atas saya sambil memukul saya," ungkapnya.

Korban pun merontah dan berusaha melepas tangan S yang menahan korban yang dalam kondisi tidur.

"Tersangka sempat menutup mulut saya, memukul kepala dan wajah saya, seakan-akan dia mau saya pingsan. Dia juga mencoba mencium dan menarik pakaian saya. Namun saya terus bergerak, dan teriak minta tolong," tambahnya.

Akibatnya, korban mengalami luka gores di bagian pipi kiri, bengkak di bagian kepala, dan trauma dengan terjadinya kasus tersebut.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved