Komang Erik Fokus Latihan Pernapasan Jelang Kejurnas Gulat Senior

Atlet Gulat Bali, Komang Erik Prihantino fokus latihan pernapasan untuk persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat Senior

Komang Erik Fokus Latihan Pernapasan Jelang Kejurnas Gulat Senior
Komang Erik Prihantino
Komang Erik Prihantino saat latihan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Atlet Gulat Bali, Komang Erik Prihantino fokus latihan pernapasan untuk persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat Senior yang rencananya berlangsung di Jakarta bulan April 2019 mendatang.

Komang Erik Prihantino merupakan satu di antara atlet gulat yang terpilih mengikuti Kejurnas Gulat Senior di Jakarta.

Erik bercerita, kejurnas yang seharusnya berlangsung tanggal 12-17 Maret 2019 tersebut diundur hingga Pilpres 2019 selesai.

Baca: Kunjungi Pasar Badung, Kolombia Kagum Budaya dan Pariwisata Denpasar

Baca: Sering Tidur Mendengkur? Ternyata Ini Jenis Dengkuran yang Berbahaya, Kenali Ciri-Cirinya

Walaupun jadwal pertandingan diundur, namun hal tersebut tak mengurangi semangatnya, ia mengaku melihat sisi positif dari pengunduran jadwal kejuaraan tersebut, salah satunya bisa mempersiapkan diri lebih matang untuk menghadapi lawan-lawannya di Kejurnas.

“Kalau untuk dampak sih, gak terlalu besar, memang sih, ada sedikit (dampak) karena kemarin kan sudah menggebu-gebu persiapannya, semangatnya untuk tanggal 12 Maret bertanding, kami sudah sangat siap tapi karena diundur, ada baik dan ada buruknya, sih. Kalau masalah semangat kami tetap semangat, namanya juga sudah berlaga bukan di level gulat saja, kami juga memang petarung di semua bela diri. Saya tetap ambil positifnya saja, mungkin kalau diundur masih dapat latihan seperti sekarang, jadi bisa memperbaiki napas, memikirkan kunci untuk bisa menang dalam pertandingan, harus bisa memikirkan itu, gak cuma mempelajari teknik saja,“ katanya saat dihubungi Tribun Bali, Jumat (29/3/2019).

Baca: Luna Maya Nari Bali, Lihat Lirikan Matanya, Penonton Dibuat Kagum

Baca: TMMD di Desa Peninjoan Libatkan WBP Rutan Klas IIB Bangli

Hingga saat ini latihan pun tetap dilakukannya secara rutin, selain latihan teknik pria berkulit sawo matang tersebut juga melatih pernapasannya.

“Kalau saya sendiri sekarang fokus latihan napas karena dari pengalaman (kejuaraan) kemarin, kecolongan atau masih kalah napas, jadi perbaiki napas lah, kalau masalah teknik pengembangannya sudah oke,“ kata pria asal Negara, Jembrana, Bali ini.

Ia menjelaskan, latihan pernapasan dilakukan sebelum latihan teknik.

Erik melakukan latihan pernapasan dengan lari sprint 100 meter atau 200 meter.

Baca: Nikmatnya Kerang Bakar & Nasi Merah, Warung Losin Tawarkan Berbagai Seafood Bumbu Khas Bali

Baca: Update Aplikasi Go-Jek dan Dapatkan Fitur Terbaru Bagikan Perjalanan

“Kemarin (beberapa waktu lalu) fokus latihan napas itu dengan lari jarak jauh misalnya 5 km atau 10 km, setelah dikembangkan ternyata itu tidak terlalu efektif untuk ketahanan napas saat melakukan pertandingan yang tempo waktunya lebih dari 5 menit. Jadi kami adaptasi terus, dan ternyata lari sprint itu yang bikin napas lebih panjang, contohnya lari 100 meter tapi (lari) cepat, lari 100 meter bolak-balik mungkin sesuai kemampuan, bisa melakukan lari sprint 5 sampai 6 kali, habis itu kalau napas sudah habis berhenti, istirahat, lanjutkan kembali nanti setelah napas sudah bagus,” katanya.

Erik berencana turun di kelas 85 kg pada Kejurnas Gulat Senior dan target juara di kelas tersebut.

“Kalau saya sih, Astungkara target selalu pingin menjadi yang nomor satu,“ katanya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved