Petani Diciduk Polres Bangli Saat Asyik Konsumsi Sabu

Sedang asyik mengonsumsi narkoba di belakang pondokan subak, petani asal Dusun Tanah Daha, Desa Sukawana, Kintamani diciduk Satnarkoba Polres Bangli

Petani Diciduk Polres Bangli Saat Asyik Konsumsi Sabu
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Wakapolres Bangli, Kompol Made Krisnha (tengah) didampingi Kasat Narkoba Polres Bangli, Iptu I Gede Sudiarna (kiri), dan Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi (kanan) saat ditemui Kamis (11/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sedang asyik mengonsumsi narkoba di belakang pondokan subak, petani asal Dusun Tanah Daha, Desa Sukawana, Kintamani diciduk Satnarkoba Polres Bangli.

Petani kebun bernama I Made Budi itu diketahui mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Wakapolres Bangli, Kompol I Made Krisnha ketika dijumpai Kamis (11/4/2019) mengungkapkan, penangkapan I Made Budi dilakukan pada hari Selasa (9/4/2019) sekitar pukul 18.00 Wita.

Pria berusia 30 tahun tersebut ditangkap saat berada di belakang pondokan yang berlokasi di Subak Alas Serai, Desa Serai, Kintamani.

“Saat itu yang bersangkutan sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu,” ungkapnya.

Baca: Jadi Senjata Baru Bali United, Coach Teco Coba Trio Lokal Pemain Cepat Ini

Baca: Desain Bara Silver Dilirik Wisman hingga Artis dan Pejabat

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan satu buah klip bening berisi sabu-sabu dengan berat 0.18 gram bruto atau 0.06 gram netto.

Di samping itu, lanjut Kompol Made Krisnha, polisi juga menemukan alat hisap bong, serta sebuah korek api gas.

Seluruh barang bukti itu selanjutnya diamankan oleh polisi, begitupun dengan Budi yang digiring ke Polres Bangli untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan pengakuannya, kata Kompol Krisnha, Budi telah mengonsumsi sabu-sabu sejak setahun belakangan.

Polisi juga berhasil mengantongi identitas orang yang mengedarkan barang haram tersebut kepada Budi.

Baca: Senjata Baru Bali United! Coach Teco Coba Trio Lokal Pemain Cepat

Baca: Punya Umpan Bagus, Teco Pertimbangakn Posisi Paulo Sergio

“Pengakuan pelaku, awalnya dia hanya coba-coba saja. Namun setelah hanya mencoba, ia kemudian ketagihan. Sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Ditengarai, pelaku memperoleh barang ini di wilayah Gianyar, dari seseorang berinisial K. Ia membeli barang ini dengan harga ratusan ribu,” bebernya.

Kompol Made Krisnha menambahkan, atas perbuatannya pelaku dikenai pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, dan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Serta pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika jenis sabu, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

“Kami tetap melakukan atensi, mengingat hal ini merupakan arahan khusus dari Presiden terkait gerakan anti narkoba. Jadi atensi khusus tidak hanya di wilayah Kintamani, melainkan di seluruh wilayah hukum polres Bangli,” tegasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved