Launching E-Retribusi Pasar, BI Gencarkan Transaksi Non Tunai

alam mewujudkan cashless dan menggencarkan gerakan nasional non tunai, Kantor KPwBI Bali terus melancarkan transaksi non tunai

Launching E-Retribusi Pasar, BI Gencarkan Transaksi Non Tunai
Bank Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana dalam launching elektronifikasi pembayaran retribusi (e-Retribusi) pasar atau layanan pungutan pasar rakyat secara non tunai di Pasar Agung Peninjoan, Jumat (15/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam mewujudkan cashless dan menggencarkan gerakan nasional non tunai, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (KPwBI) Bali terus melancarkan transaksi non tunai.

Salah satunya dengan launching elektronifikasi pembayaran retribusi (e-Retribusi) pasar atau layanan pungutan pasar rakyat secara non tunai di Pasar Agung Peninjoan.

“Jadi pada tanggal 12 Maret 2019, tiga pasar rakyat di Kota Denpasar memperoleh penghargaan. Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Pasar Agung Peninjoan sebagai Pasar Dengan Pengelola Terbaik Nasional. Dua pasar lainnya yakni Pasar Nyanggelan Panjer, dan Pasar Poh Gading juga menerima penghargaan terbaik pasar Standar Nasional Indonesia (SNI) Tipe IV Mutu I Se-Indonesia,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, di Denpasar, Jumat (12/4/2019).

Ia pun berharap ke depannya menjadi contoh pasar lainnya, termasuk dalam hal transaksi non tunai yakni e-Retribusi.

Pria yang kerap disapa Cik ini mengatakan, sebelum pemberlakuan e-Retribusi di Pasar Agung Peninjoan, telah lebih dahulu dilakukan di Pasar Ketapean Denpasar Timur pada 3 Desember 2018.

Baca: Kantor Pos Berusia 149 Tahun di Banyuwangi akan Dijadikan Wisata Heritage

Baca: Kangen Istri Jadi Alasan Jemmy Kabur dari Tahanan Polresta Denpasar, 2 Tembakan Akhiri Pelariannya

Lalu pada tanggal 19 Desember 2018 dilakukan launching e-Retribusi Pasar di Pasar Beringkit Kabupaten Badung.

E-Retribusi pasar ini, kata dia, adalah cara pembayaran retribusi, iuran atau pungutan pasar secara non tunai melalui pendebetan rekening (autodebet) tabungan pedagang, dan disetorkan ke rekening pengelola pasar serta dengan memanfaatkan teknologi QR Code untuk membantu proses absensinya.

“Dengan adanya e-Retribusi Pasar, pedagang pasar akan memiliki rekening tabungan yang bebas biaya administrasi di Bank BPD Bali sehingga program ini sekaligus meningkatkan keuangan inklusif,” katanya.

Jika sebelumnya pelaksanaan dan pengelolaan retribusi pasar dilakukan secara tunai, maka kini diimplementasikan penerimaan retribusi pasar melalui pemrosesan pembayaran dengan cara non tunai.

Dengan menggunakan Quick Respon (QR) Code dengan source of fund dari tabungan atau Basic Saving Account (BSA) sehingga transaksi menjadi lebih praktis, efisien, cepat dan aman serta mewujudkan keuangan inklusif.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved