Nyoman Sudra Nyaris Tewas di Tengah Laut, Terserang Penyakit hingga Tubuhnya Mati Rasa

Nyoman Sudra Nyaris Tewas di Tengah Laut, Terserang Penyakit hingga Tubuhnya Mati Rasa

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
I Nyoman Sudra tengah mendapatkan pemeriksaan di RSUD Sanjiwani Gianyar, Selasa (16/4) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR– Nelayan Pantai Lebih, I Nyoman Sudra (60), terbaring lemas di ruang IGD RSUD Sanjiwani Gianyar, Selasa (16/4/2019) sekitar pukul 12.00 Wita.

Nyawanya hampir melayang di tengah laut lantaran mendadak terserang stroke.

Berung, Sudra dan jukungnya yang telah tenggelam setengah bagian, ditemukan oleh nelayan Pantai Sanur, dan langsung dievakuasi ke pesisir Pantai Lebih.

Baca: Sang Pacar Pergoki Gadis Cantik Manado ini Mabuk Bareng Seseorang, Pisau pun Dihujamkan!

Pantauan Tribun Bali di RSUD Sanjiwani Gianyar, Sudra tidak bisa diajak berkomunikasi.

Sebab tengah badannya, khususnya di bagian kiri sudah mati rasa, sementara bibirnya pun telah kaku.

Sementara pelipis sebelah kirinya benjol diduga terbentuk jukung.

Baca: Tak Bisa Nyoblos di Sembarang TPS Menggunakan e-KTP, Ini Syaratnya

Pihak keluarga tampak syok melihat kondisi pria tua dengan tubuh yang relatif kekar ini.

Sebab sebelum melaut, kondisinya masih bugar, terlebih lagi ia tak memiliki riwayat stoke.

Anak korban, Ni Komang Sumanti (39), mengatakan, pihaknya mengaku bersyukur nyawa ayahnya masih tertolong.

Menurut informasi yang diterimanya, saat berada di dalam laut untuk mencari ikan, kondisinya sudah kaku, setengah bagian jukung yang dinaikinya sendiri sudah terendam air.

Jika saat itu tidak ada nelayan Pantai Sanur, pihaknya pun tidak mengetahui bagaimana nasib orangtuanya tersebut.

Terlebih lagi saat itu kondisi gelombang relatif tinggi.

“Bapak melaut jam enam pagi, ditolongnya jam delapan tadi. Di tolong oleh nelayan Sanur. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, kalau tidak ada yang melihat, mungkin sudah digulung ombak. Soalnya saat itu, setengah jukung sudah terendam air,” ujarnya di RSUD Sanjiwani.

Sebelum melaut, kata Sumanti, pihak keluarga sempat menanyakan kesiapan Sudra untuk melaut.

Sebab, meskipun tidak memiliki riwayat sakit kronis, namun pihak keluarga tetap cemas lantaran saat itu kondisi gelombang relatif tinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved