384 Peserta Absen UTBK Hingga Sesi 4, Kini Unud Luncurkan Pusat Informasi Lokasi Ujian

Pelaksanaan UTBK dalam kegiatan SBMPTN hingga sesi empat masih saja ditemui ada peserta yang tidak hadir

384 Peserta Absen UTBK Hingga Sesi 4, Kini Unud Luncurkan Pusat Informasi Lokasi Ujian
Tribun Bali/M Ulul Azmi
Peserta UTBK SBMPTN gelombang pertama sesi 1 tampak serius mencermati soal, di kampus Unud Denpasar. Sabtu (13/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam kegiatan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hingga sesi empat masih saja ditemui ada peserta yang tidak hadir.

Informasi yang dihimpun, total ada sekitar 384 peserta UTBK yang tidak hadir hingga sesi 4 pada pekan kemarin.

Jika dirinci, jumlah total peserta pada UTBK hari pertama mencapai 2.090 orang.

Namun yang hadir 1.913 orang dan 177 orang tidak hadir.

Sementara, di hari kedua, jumlah peserta UTBK hari kedua mestinya adalah 2.082 orang.

Namun yang hadir hanya 1.875 dan sisanya sebanyak 207 orang tidak hadir.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unud, Prof I Nyoman Gede Antara mengatakan, sebanyak 384 peserta yang tidak hadir ini tanpa ada keterangan.

Namun diperkirakan mereka yang tidak hadir kemungkinan karena terlambat atau memang sudah mendaftar di dua gelombang.

Baca: Capello Sebut Real Madrid Bakal Rombak Tim Besar-besaran Musim Depan, Sebesar Ini Anggarannya

Baca: Wanita yang Mengaku Titisan Nabi di Palembang Berakhir Tragis, Bunuh Anak Sendiri lalu Bunuh Diri

''Meski ada juga yang hanya mengambil kesempatan satu kali saja UTBK dari 2 kesempatan yang diberikan oleh sistem,'' katanya dikonfirmasi Tribun Bali, Jumat (19/4/2019).

Bagi peserta yang terlambat, kata dia, sesuai aturan memang tidak diperkenankan ikut ujian.

Dalam hal ini pihak panitia sudah memberikan toleransi keterlambatan hingga 30 menit.

Dari pengalaman ujian-ujian sebelumnya, Antara sudah memprediksi bahwa sejumlah peserta pasti mengalami kepanikan karena tidak mempersiapkan diri sebelumnya.

''Seperti belum mengecek lokasi dan ruangan ujian yang sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya, sehingga pada hari H ia bingung keliling gedung cari ruangan, waktunya habis untuk itu dan terlambat,'' katanya.

Tapi kata dia, itu cerita lama dan mestinya peserta harus bersiap diri.

Kendati begitu, pihaknya tetap berusaha memfasilitasi peserta sebaik mungkin.

Terbaru, tim Informasi Teknologi Unud melakukan inovasi dalam menghadirkan informasi seputar pelaksanaan UTBK di website resmi ini.

Baca: 9.957 Siswa SMP di Badung Akan Ikuti UNBK

Baca: Terjebak Rayuan Maut Sopir, Siswi SMA Rela Lakukan Hal Ini Hingga 2 Minggu, Polisi Ungkap Hal Ini

Di dalamnya, peserta akan menemukan seluruh informasi jadwal pelaksanaan UTBK tiap masing-masing sesi, lengkap beserta tautan peta lokasinya.

''Dengan begitu, tidak ada alasan lagi bagi peserta terlambat karena kesulitan mencari lokasi UTBK,'' tegasnya.

Lebih lanjut, bagi peserta yang sudah menjalani UTBK pada sesi 1 hingga 4 bisa menunggu pengumuman hasil UTBK 10 hari kemudian dari jadwal tes masing-masing.

Perolehan hasil UTBK inilah yang nantinya akan dipakai untuk mendaftar melalui jalur SBMPTN pada 10-24 Juni 2019 mendatang.

Untuk waktu pelaksanaan UTBK gelombang pertama sendiri masih akan berlangsung hingga tanggal 4 Mei 2019 mendatang.

Lalu, untuk UTBK gelombang kedua akan dimulai 11 Mei hingga 26 Mei 2019.

Sebab itu, ia mengimbau bagi peserta UTBK pada sesi selanjutnya bisa mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar tidak terjadi keterlambatan lagi.

Mulai memastikan baik waktu, lokasi hingga ruang ujian dimana dirinya menjalani UTBK.

''Kalau perlu datang ke lokasi sehari sebelum ujian biar pasti, besoknya gak bingung cari-cari lagi. Kalau baru ngecek besoknya, bisa fatal itu nanti,'' tegasnya.

Hal ini, terang Antara, memudahkan peserta dalam memperkirakan waktu tempuh, waktu macet, waktu mencari ruang ujian hingga transportasi apa yang akan digunakan ke lokasi ujian nanti.

Baca: Gelombang Tinggi, Nelayan di Karangasem Takut Melaut

Baca: Pasca Kebakaran, Terminal Internasional Disiapkan untuk Check In Penumpang Penerbangan Domestik

Selain itu, peserta harus mencermati semua petunjuk yang diberlakukan, termasuk larangan membawa barang-barang tertentu seperti handphone, alat perekam dan lain sejenisnya.

''Pena, kertas buram semua keperluan sudah disiapkan panitia. Peserta dilarang membawa alat apapun selain dirinya,'' terangnya.

Ia mengingatkan, peserta UTBK juga wajib membawa identitas diri, terutama kartu peserta.

Sebagai informasi, total peserta UTBK SBMPTN di wilayah Bali mencapai 15.216 peserta.

Sementara itu, bagi peserta yang memilih Unud sebagai kampus pilihan, maka diinformasikan bahwa daya tampung di Unud melalui jalur SBMPTN minimal adalah 50 persen atau 3.060 orang.

Putu Sudana (20) seorang peserta SBMPTN lulusan SMKN 1 Denpasar mengaku optimis dengan hasil perolehan ujiannya pada sesi pertama waktu lalu.

Meski begitu, ia masih tetap akan mengikuti UTBK di gelombang kedua.

''Buat jaga-jaga saja. Saya sudah daftar di 2 gelombang. Nanti kan soalnya diambil dari nilai yang paling tinggi. Pilihan saya cuma satu soalnya di Unud saja,'' akunya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved