IMB Pada Lahan Eks Sari Club, Disebut Hak Pemilik Lahan dan Sesuai Prosedur

Lahan bekas Sari Club yang telah terbit IMB-nya pada 21 Desember 2018 untuk usaha restoran disebut sudah sesuai dengan prosedur dan persyaratan

IMB Pada Lahan Eks Sari Club, Disebut Hak Pemilik Lahan dan Sesuai Prosedur
Istimewa
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung, I Made Agus Aryawan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kabupaten Badung sebagai daerah tujuan wisata dunia telah menarik para penanam modal untuk berinvestasi di berbagai sektor pembangunan.

Sinergi antara Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha dan masyarakat Badung yang sudah berjalan sangat baik selama ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, masuknya investasi tersebut dapat membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Gumi Keris.

Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Badung sangat pro-investasi karena dampak positifnya sangat besar bagi perkembangan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat yang mengandalkan PAD dari sektor pariwisata serta jasa-jasa penunjangnya.

Perkembangan kepariwisataan Badung sebagai etalase pariwisata nasional juga berkontribusi signifikan terhadap devisa negara dan pertumbuhan Ekonomi Daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) I Made Agus Aryawan, Sabtu (27/4/2019) kemarin, mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung sangat terbuka terhadap investasi yang masuk di wilayahnya.

Baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang sesuai dengan  peraturan perundang-undangan  (UU 25 Tahun 2007) yang berlaku dan persyaratan yang ditentukan.

Pertumbuhan investasi terus didorong oleh Pemerintah Pusat melalui berbagai kebijakan strategis dalam penyelenggaraan kemudahan berusaha serta perizinan.

Terkait berkembangnya berita adanya pihak yang keberatan terhadap investasi dan pembangunan usaha kepariwisataan di Kabupaten Badung, hal ini jelas tidak sejalan dengan kebijakan Pemerintah RI yang justru mendorong kemudahan berusaha dan peningkatan investasi. 

Pembangunan usaha restoran pada lahan bekas Sari Club di Jalan Legian Kuta yang menuai protes dari Perdana Menteri Australia tentu sangat dimaklumi dan dipahami mengingat banyaknya korban Bom Bali tahun 2002 dari warga negara Australia.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved