Layanan Paspor di HUT Gainyar, Baru Sejam Sudah Overload, Warga Minta Tambah Hari

Pekerja Migran Indonesia (PMI), Ni Komang Sri Lestari asal Desa Mas Ubud, mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan layanan ini.

Layanan Paspor di HUT Gainyar, Baru Sejam Sudah Overload, Warga Minta Tambah Hari
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Suasana pelayanan paspor di pameran Huta Kota Gianyar, Selasa (30/4/2019). Warga meminta layanan serupa dilakukan dalam beberapa hari. 

Layanan Paspor HUT Gainyar ‘Baru Sejam Sudah Overload’, Warga Minta Tambah Hari

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertran) Gianyar, membuka pameran paspor on the sport di pameran serangkaian HUT Kota Gianyar di Lapangan Astina, Selasa (30/4/2019).

Hal ini pun mendapatkan sambutan masyarakat Gianyar, lantaran pengurusannya lebih cepat.

Namun sayangnya, kuota pengurusan dibatasi hanya 30 orang dan dilakukan hanya sehari.

Pekerja Migran Indonesia (PMI), Ni Komang Sri Lestari asal Desa Mas Ubud, mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan layanan ini.

Baca: Meski Dinyatakan Terpilih, Gegara Ini Caleg Tak Akan Direkomendasi untuk Dilantik

Baca: Segini Anggaran Pelantikan Anggota DPRD Bangli Periode 2019-2024, Pakaian Dinas Tembus Rp 390 Juta

Baca: Boy Man Pria Panggilan di Tabanan Siap Layani 24 Jam, Catat Nomor Ponselnya dan Cara Mainnya

Sebab, pelayanannya relatif cepat yakni hanya 15 menit. Biasanya, saat mengurus parpor ke kantor Imigrasi Denpasar, dirinya biasanya menghabiskan waktu selama sehari.

Belum lagi jika ada kekurangan persyaratan, ia harus bulak-balik ke rumahnya.

“Setelah dapat informasi adanya layanan pengurusan paspor di sini, saya cepat-cepat datang, apalagi kuotanya dibatas 30 orang. Ini sangat membantu, karena cuma 15 menit, biasanya kalau di Denpasar sampai sehari, belum lagi harus bulak-balik kalau ada berkas yang kurang,” ujar perempuan yang bekerja di Azerbaijan itu.

Layanan pengurusan paspor kilat ini taknya dimanfaatkan masyarakat Gianyar, yang bekerja di luar negeri.

Perempuan asal Banjar Geriya, Desa/Kecamatan Tampaksiring ini berharap, program ini dilakukan secara berkelanjutan. Sebab sangat membantu masyarakat.

“Karena dekat dan antreanya gak panjang, jadi saya juga ikut buat paspor, rencananya mau jalan-jalan. Mudah-mudahan program ini lebih rutin dilakukan, kalau bisa sebulan sekali lah,” ujarnya lalu tersenyum. Menurut dia, persyaratannya juga relatif mudah, yakni hanya tinggal membawa KTP, Kartu Keluarga (KK) atau izasah terakhir.

Kepala Disnakertrans Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita mengatakan, program paspor on the sport atau mendekatkan pelayanan pembuatan paspor ini, merupakan sigernitas ihaknya dengan Imigrasi Kelas I Denpasar. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved