Ramadan 2019

Pengawasan Pangan Jelang Idul Fitri, BPOM Terjunkan Tim Cek Makanan di Pusat Penjualan Takjil

Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, BPOM Denpasar melakukan pengawasan ke lapangan terkait pangan termasuk takjil

Pengawasan Pangan Jelang Idul Fitri, BPOM Terjunkan Tim Cek Makanan di Pusat Penjualan Takjil
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
BPOM Denpasar ambil sampling takjil di Pasar Ramadan Kampung Jawa Wanasari Denpasar, Senin (21/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, BPOM Denpasar melakukan pengawasan ke lapangan terkait pangan termasuk takjil.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar POM Di Denpasar, Dra I Gusti Ayu Adhi Aryapatni saat dihubungi Tribun Bali, Rabu (1/5/2019).

Aryapatni mengatakan, pihaknya sudah terjun ke lapangan mulai minggu lalu dengan melakukan pengawasan pangan jelang lebaran.

Baca: Ada 268 Tenaga Kerja Asing di Denpasar, 30 Persen Bekerja di Bidang Pendidikan

Baca: 6 Hal yang Terjadi di Keluarga Kerajaan Inggris Tapi Tak Banyak Yang Tahu, Termasuk Kecemburuan

"Kami sudah mulai minggu lalu turun untuk melakukan integritas pengawasan pangan jelang lebaran. Yang diawasi terkait distribusi, baik importir kemudian swalayan, hypermart dan juga termasuk jajanan takjil nanti. Rencananya tanggal 6 Mei 2019 melakukan pengecekan di pusat takjil," jelasnya.

Tambahnya, memang secara nasional BPOM melakukan pengawasan secara intensif.

Yang dimaksud intensif adalah fokus pengawasan pada makanan.

Baca: Pemkab Klungkung Jalin Kerja Sama dengan OWHCE, Kembangkan Wisata Warisan Budaya

Baca: Petinju Bali, Gregorius Gheda Dende Target Emas Pra PON 2019

Baik olah ataupun sarana distribusinya, meliputi, distributor, pengecer, takjil serta parsel.

"Jadi jelang lebaran sampai lebaran, kami melakukan pengawasan dan membuat laporan secara nasional. Dipertengahan ataupun diakhir bulan, kita akan turunkan laporan terkait makanan yang tidak memenuhi syarat. Yakni pangan yang sudah kedaluwarsa, ilegal dan juga kemasan yang rusak," ujarnya.

"Yang saya ingat tahun lalu data terkait jajanan takjil itu aman semua," tambahnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved