Jalan Sebun ke Bukit Galah Diperbaiki, Rusak Akibat Lahar Hujan Erupsi Gunung Agung 2017 Lalu
Desa bersama warga memperbaiki jalan utama Sebun ke Bukit Galah, Desa Sebudi yang rusak lantaran diterjang lahar hujan saat erupsi gunung agung
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Jalan Sebun ke Bukit Galah Diperbaiki, Rusak Akibat Lahar Hujan Erupsi Gunung Agung 2017 Lalu
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Desa bersama warga memperbaiki jalan utama yang menghubungkan Sebun ke Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat yang rusak lantaran diterjang lahar hujan saat erupsi Gunung Agung tahun 2017 lalu.
Perbekel Sebudi, Komang Tinggal menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan secara gotong royong.
Desa hanya memberikan dana sebesar Rp 257 juta, sedangkan pengerjaan dilakukan swakelola oleh warga.
Masyarakat diakui sangat antusias dengan perbaikan ini.
"Panjang jalan yang diperbaiki sekitar 1 kilometer. Sekitar jalan juga dibangun jembatan kecil untuk jalan evakuasi jika terjadi erupsi," kata Tinggal, Minggu (5/5/2019).
Baca: DJ Asal Australia Adam Sky Tewas di Bali, Diduga Tabrak Pintu Kaca Demi Selamatkan Teman
Baca: Desa Bresela Gianyar Pusatnya Penghasil Dulang Ukir, Anak Muda Mulai Lirik Potensi Pasarnya
Perbaikan sudah dilakukan sejak Rabu (1/5/2019) lalu, dan diperkirakan tuntas Juni 2019 mendatang.
Ditambahkan, perbaikan jalan ini bertujuan meperlancar proses evakuasi saat erupsi, mempermudah anak-anak pergi dan pulang sekolah, dan memperlancar ekonomi warga.
Masyarakat Bukit Galah dan Sebun sangat antusias, dan tidak khawatir ketika erupsi datang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa mengutarakan hal sama.
Jalan milik desa memang harus diperbaiki mengingat akses utama warga.
Baca: Kisah Haru Perjuangan Kuli Bangunan Ini Datang Dimomen Kelulusan Putri Kecilnya, Berbaju Sederhana
Baca: Karni Ilyas Pamit Cuti ILC: Peselancar Pengalaman Tahu Kapan Harus Menarik Papan Selancar Pulang
Apalagi Desa Sebudi berada diradius 5 kilometer dari atas puncak Gunung Agung.
"Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem bersama TRC meninjau perbaikan akses jalan atau jalur evakuasi warga yang digunakan saat terjadi erupsi Gunung Agung," jelas Ketut Arimbawa.
Sebelumnya, BPBD bersama warga, relawan dan koramil sempat membangun jembatan darurat September 2018 secara gotong royong.
Saat itu jembatan mengunakan gorong-gorong.
Hanya saja jembatan darurat ambruk diterjang aliran hujan dari hulu.
Besar harapan masyarakat agar jembatan bisa segera dipergunakan.
Disamping untuk aktivitas warga juga sebagai akses jalur evakuasi saat erupsi.
Seandainya jalanan tersubut putus, otomatis warga di Dusun Sogra kembali terisolir.(*)