30 Ekor Sapi Tak Layak Potong Bisa Keluar Bali, Balai Karantina Kecolongan?

Sebanyak 30 ekor sapi disita oleh TNI AL Banyuwangi setelah berhasil mendarat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi Jawa Timur, Senin (6/5) dini hari.

 30 Ekor Sapi Tak Layak Potong Bisa Keluar Bali, Balai Karantina Kecolongan?
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
(ilustrasi) Petugas Dinas Peternakan Kabupaten Jembrana melakukan pemeriksaan kesehatan sapi Bali belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA -- Sebanyak 30 ekor sapi disita oleh TNI AL Banyuwangi setelah berhasil mendarat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi Jawa Timur, Senin (6/5) dini hari.

Sapi-sapi ini diduga tidak layak potong karena berat sapi tidak mencapai 350 kilogram untuk ijin pemotongan sapi Bali.

Atas hal ini, pihak Dinas Karantina yang dikonfirmasi mengaku bahwa ijin dan dokumen dari sapi itu semuanya lengkap.

Kepala Balai Karantina Pertanian kelas 1 Wilker Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra, menyatakan, bahwa sapi itu semua sudah sesuai dengan ijin atau dokumen lengkap.

Sehingga tidak bisa dikatakan bahwa pihaknya kecolongan. Singkatnya, pihaknya tidak bisa menahan ketika sapi dan dokumen itu semua cocok.

"Kalau dokumen dan sapi lengkap, tidak mungkin kami tahan. Jadi semua lengkap kok," ucap Eka Ludra, Rabu (8/5/2019).

Eka Ludra mengaku, dalam pemeriksaan ini pihaknya pun tidak hanya melakukan pemeriksaan dokumen. Bahkan, pembongkaran sapi pun dilakukan.

Namun, tidak menyangkut untuk menimbang sapi. Hanya untuk memastikan bahwa sapi itu sehat dan tidak terjangkit penyakit.

"Kami cuma memastikan dokumen itu lengkap dan sapi itu sehat," jelasnya.

Dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 77 tahun 2017 tentang pelaksanaan peraturan daerah nomor 10 tahun 2017 tentang pengelolaan sapi Bali, terutama untuk sapi potong jantan dan bukan sapi bibit, maka dalam persyaratan teknis ini memuat beberapa hal.

Pertama, sapi Bali jantan itu harus memiliki berat badan minimal 350 kilogram. Atau ketika di bawah 350 kilogram, maka umur sapi harus di atas 3 tahun.

Kemudian aturan juga memuat, ketika berat badan itu 250 kilogram, dikecualikan untuk upacara agama.

Berat badan tidak diperasyaratkan untuk penelitian dan pembuatan produk biologis.

"Nah ijinnya itu untuk sapi potong bukan bibit. Dan persyaratan dari karantina adalah, ada SKKH dari Dinas Peternakan dan Ijin pengeluran dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu Pintu Provinsi Bali," beber Eka Ludra. (*) 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved