Dinsos Tunggak Utang Sampai Rp 677 Juta, RSUD Karangasem Lapor BPK

rinciannya, tahun 2017 sebanyak Rp 107.694.733, tahun 2018 sebesar Rp 501.492.740, sedangkan 2019 sampai Februari sebanyak Rp 68.703.495.

Dinsos Tunggak Utang Sampai Rp 677 Juta, RSUD Karangasem Lapor BPK
diskes.karangasemkab.go.id
Suasana di lura RSUD Karangasem 

Dinsos Tunggak Utang Sampai Rp 677 Juta, RSUD Karangasem Lapor BPK

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem sedikit terhambat.

Gara-garanya, klaim pembayaran pasien yang ditanggung Dinsos Karangasem melalui bantuan sosial belum dibayarkan.

Direktur RSUD Karangasem, Wayan Suardana menjelaskan, piutang RSUD di Dinsos mencapai Rp 677.890.906.

Dengan rincian tahun 2017 sebanyak Rp 107.694.733, tahun 2018 sebesar Rp 501.492.740, sedangkan 2019 sampai Februari sebanyak Rp 68.703.495.

"Pasien yang pembayarannya ditanggung Dinsos Karangasem mencapai ratusan orang. Masalah ini sudah kita koordinasikan dengan Dinsos. Katanya masih dalam proses pencairan,"ungkap Wayan Suardana ditemui diruang kerjanya, Kamis (9/5/2019).

Baca: Gadis 15 Tahun Masuk Perangkap Setelah Dimanja Ketua RT, Curhat ke Bibi Malah Makin Parah

Baca: Merasa Tak Diperhatikan Pemkab Gianyar, Petani Banjar Taro Kaja Relakan Tanah untuk Jalan Umum

Baca: Gubernur Bali Rencanakan Tutup Taksi Online, Begini Sikap Driver Taksol di Jayamahe

Piutang RSUD ke Dinsos Karangasem muncul sebelum Bumi Lahar dinyatakan UHC (Universal Health Coverage). Kondisi ini mengakibatkan operasional RSUD terhambat. Implikasinya juga ke pasien, terutama yang biaya pengobatan belum dibayar dinsos.

"Pasien yang biaya pengobatannya belum dibayar dinsos, otomatis masuk utang diaplikasi. Kalau pasien mau berobat harus buka billing sistem, caranya dengan membayar utang. Tapi kalau pasien emergency, tetap dilayani," ungkap Suardana.

Pejabat asal Klungkung ini berharap, Dinas Sosial Karangasem segera membayar utangnya ke RSUD Karangasem sehingga operasional bisa berjalan lancar. "Masalah ini sudah dilaporkan ke BPK," tambah Wayan Suardana.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Karangasem, Ni Ketut Puspakumari membenarkan adanya tunggakan di RSUD Karangasem.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved