Merasa Tak Diperhatikan Pemkab Gianyar, Petani Banjar Taro Kaja Relakan Tanah untuk Jalan Umum
Bernada emosi, Nyoman Agus menyebut jangan memperbaiki datang untuk melihat pun tak pernah.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Rizki Laelani
Merasa Tak Diperhatikan Pemkab, Petani Banjar Taro Kaja Relakan Tanah untuk Jalan Umum
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sekitar enam bulan jalan jebol di Banjar Taro Kaja, Desa Taro,Tegalalang tak mendapat perhatian Pemkab Gianyar.
Lantaran akses tersebut merupakan jalan utama, para petani setempat merelakan sejumlah tanah sawahnya untuk dipakai sebagai jalan.
Hal itu dilakukan agar mobilitas warga tak terhenti akibat jebolnya jalan.
Pasca-jebol, jalan yang tersisa hanya bisa dilewati sepeda motor.
Seorang warga setempat, Nyoman Agus, Jumat (10/5/2019) menyangkan respon pemerintah sangan lamban.
Baca: Gadis 15 Tahun Masuk Perangkap Setelah Dimanja Ketua RT, Curhat ke Bibi Malah Makin Parah
Baca: Gubernur Bali Rencanakan Tutup Taksi Online, Begini Sikap Driver Taksol di Jayamahe
Baca: Suku di Indonesia yang Punya Mata Biru, Ada di Pedalaman Halmahera dan Terancam Punah
Bernada emosi, Nyoman Agus menyebut jangan memperbaiki datang untuk melihat pun tak pernah.
"Jangankan diperbaiki, melakukan survei pun pemerintah tidak ada. Berkat petani yang peduli atas akses ini, warga Taro tak terisolir. Petani merelakan tanahnya dipakai jalan," ujarnya lalu mendapat anggukan warga lainnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU Gianyar, Wayan Karya belum memberikan konfirmasi terkait hal ini. Saat akan dikonfirmasi langsung, Wayan Karya sedang tak ada di tempat. (*)