Petugas Sidak Kantong Plastik Saat Persembahyangan Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Peringati Hari Raya Saraswati, umat Hindu khususnya di Bali melakukan persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (11/5/2019)

Petugas Sidak Kantong Plastik Saat Persembahyangan Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
Tribun Bali/M Firdian Sani
Peringati Hari Raya Saraswati, umat Hindu khususnya di Bali melakukan persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (11/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peringati Hari Raya Saraswati, umat Hindu khususnya di Bali melakukan persembahyangan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (11/5/2019).

Semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa memadati pura ini untuk melakukan persembahyangan Saraswati.

"Karena pura ini untuk umum, segala kasta boleh bersembahyang di sini, tadi mulai dari anak-anak sampai pejabat bersembahyang di sini," kata Agung Ngurah sebagai pemangku di Pura Jagatnatha, Sabtu (11/9/2019).

"Sudah dari pukul 07.00 Wita ada yang ke sini, persembahyangan akan berlanjut sampai nanti malam," sambungnya.

Ada yang unik dari persembahyangan kali ini, sesuai dengan peraturan larangan penggunaan plastik yang telah dicantumkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 97 tahun 2018, pura ini menerapkan larangan membawa plastik sehingga kawasan tampak bersih dari plastik.

Baca: Kabar Petugas KPPS di Bandung Tewas Dirancun Sianida Terungkap, Begini Penjelasan Polisi

Baca: Djanur Tak Pusingkan Hasil Laga Persebaya Vs Persela, Ini Persiapan Hadapi Bali United

Seperti pada umumnya, plastik masih sering digunakan untuk membawa canang atau sesembahan lainnya.

Karena praturan ini termasuk baru, jadi masih ada yang membawa plastik, namun langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan mendatangi umat yang masih menggunakan plastik dan merampasnya.

"Iya aturan itu benar-benar direalisasikan, tadi ada petugas yang datang dan menyidak plastik yang dibawa masyarakat saat hendak sembahyang," ujarnya.

"Iya peraturan ini bagus, karena bumi Bali bisa bersih dari sampah plastik, namun kita sadar karena bertahun-tahun plastik menjadi konsumsi elemen masyarakat, jadi kita harus bisa maklumi mereka yang masih melanggar," jelasnya.

Baca: Pembelian Tiket Kapal di Gilimanuk Pakai E-Money, ASDP Perbanyak Stan Isi Ulang pada Lebaran 2019

Baca: Dzhalilov Jadi Ancaman Bali United? Pemain Asal Tajikistan Pulih Cedera, Persebaya Diuntungkan

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved