News in English

Traveling Sendiri Tanpa Bawa Keluarga: Hadiah Terindah

Saat Michael Mann merasakan dirinya berada pada fase krisis, dia merasa bahwa liburan sendiri mungkin akan membantu

Traveling Sendiri Tanpa Bawa Keluarga: Hadiah Terindah
Michael Mann
Michael Mann. 

TRIBUN-BALI.COM- Saat Michael Mann merasakan dirinya berada pada fase krisis, dia merasa bahwa liburan sendiri mungkin akan membantu. Hanya saja karena dia memiliki 2 anak laki-laki yang masih kecil dan satu masih dalam kandungan, rencana itu harus dipikirkan baik-baik.

“Tentu saja meninggalkan istriku mengurus semuanya sendiri selama 12 hari, pastilah sesuatu,” kata laki-laki 36 tahun ini. Tapi pengalaman berlibur sendiri juga akan membantu desainer grafis asal Brisbane ini untuk refreshing.

Para ahli mengatakan dengan jeda sejenak - khususnya untuk para orangtua - bisa membantu terhindar dari persoalan kesehatan mental, seperti kecemasan berlebih dan depresi.

“Aku rasa ini termasuk salah-satu hadiah terindah yang bisa kamu berikan,” kata Michael, seperti dirilis ABC.com. “Berhenti sebentar dari kewajiban sebagai orangtua dan pekerjaan, sangat menyegarkan,” imbuhnya.

Konferensi selama tiga hari di Northern California tahun lalu menjadi momen katalis bagi Michael untuk menyewa kendaraan dan berlibur di Amerika Serikat.

“Istriku sangat mendukung. Saya tidak harus mencari sendiri bagaimana caranya bisa begitu, tapi kami melihat semua ini sebagai kesempatan untuk menyegarkan diri,” imbuhnya.

Tentu dia sangat tertarik untuk perjalanan tersebut, tapi di saat bersamaan untuk merasa bersalah. Hal ini juga terkait bahwa dia tahu ibu mertuanya akan membantu dan dia menemukan cara kreatif untuk membiayai perjalanan itu.

“Tantangan terbesar adalah tidak menjadikan ini sebagai beban keuangan keluarga, terutama budget istriku. Aku mencoba untuk membeli beberapa barang lalu menjualnya kembali dalam lelang untuk memenuhi biaya tiket pesawat, sewa mobil, dan bensin. Aku juga melakukan sejumlah pekerjaan tambahan,” ucapnya.

Dengan perkembangan teknologi, dia merasa sangat terbantu karena tidak merasa berada begiutu jauh dari keluarga dan di saat yang bersamaan, dia mendapatkan waktu liburan sebagaimana diperlukan.

Dia juga sangat menikmati waktu percobaan untuk melakukan solo traveling di luar negeri.

“Biasanya istriku sangat bagus dalam mempersiapkan segala hal. Tapi dalam trip ini aku benar-benar sendiri, serasa seperti kembali di masa 20 tahun.”

Michael merasa sangat bersyukur dengan pengalaman ini. “Aku akan sangat senang suatu saat memberikan waktu istriku untuk pergi ke tempat yang disukai selama beberapa minggu, tanpa anak, dan suami yang menjengkelkan,” ucapnya. (*)

Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved