Jokowi Kunjungi Kampung Bola Internasional di Kutuh, Nuaba Jelaskan Pemanfaatan Dana Desa

Kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo, Jumat (17/5/2019) di Desa Kutuh Kuta Selatan, Badung, Bali sekaligus melihat secara langsung pemanfaatan dana

Jokowi Kunjungi Kampung Bola Internasional di Kutuh, Nuaba Jelaskan Pemanfaatan Dana Desa
Dok Yayasan GOBOLABALI
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta di lapangan bola internasional Desa Kutuh Kuta Selatan yang dibangun dari dana desa, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo, Jumat (17/5/2019) di Desa Kutuh Kuta Selatan, Badung, Bali sekaligus melihat secara langsung pemanfaatan dana desa yang digunakan untuk membangun lapangan sepakbola di desa Kutuh, Kuta Selatan yang menjadi salah satu venue dari program kampung bola internasional yang digagas oleh Ceo Yayasan Gobolabali, I Gusti Agung Putu Nuaba.

Putu Nuaba dan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa yang mengagas program ini jelang perhelatan Event BADUNG-IFC 2019, Juli ini.

Sukses menggelar Menpora - Bali Internasional Championship 2018 yang diikuti 13 negara Asia menarik perhatian Pemerintah Badung memberi support program ini.

"Melihat tanggapan Bapak Presiden yang didampingi oleh beberapa Menteri merasa sangat puas karena INPRES NO 3 TAHUN 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional sudah diimplementasikan di Program kampung bola internasional di Desa Kutuh," kata Agung Nuaba kepada Tribun Bali, Sabtu (18/5).

Menurut dia, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta juga yakin suatu saat program ini akan jadi role model untuk pemanfaatan dana desa diberbagai daerah di Indonesia.

"Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan merasa bangga bisa mengawal Program Kampung Bola Internasional ini sehingga menjadi perhatian Bapak Presiden RI Jokowi," tambah Agung Nuaba.

Agung Nuaba menjelaskan, pemanfaatan dana desa tersebut menjadi multiplier effeck untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa dari 4 program unggulan di kampung bola internasional.

Ia menggabarkan, empat program itu yakni Program Sosialiasi / Promosi, Program Pembinaa / Pelatihan, Annual Event BADUNG-IFC (5 kategori Usia Women's U21 17-25 Agustus, Boy's U15 19-27 Okt, Boy's U13 25 Okt - 1 Nop, Festival U12 & U10 26 Nop - 1 Des) dan program Pemusatan latihan yang akan kerjasama dengan Agency Professional dari Eropa dan Kerjasama pengiriman pemain berbakat ke Korea Selatan.

Untuk diketahui, program ini berada di kawasan Gunung Payung Culture Park - desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali, nantinya akan digunakan sebagai objek wisata.

Saat ini telah dibangun ikon berupa replika bola sepak terbesar berdiameter 5 meter dan dikelilingin 8 bola sepak di 8 penjuru mata angin dengan diameter 1,2 meter yang merupakan replika bola sepak terbesar di dunia yang akan diresmikan nanti 16 Juni 2019 dengan menghadirkan partner program dari Eropa dan Korea Selatan.

"Seperti yang dijelaskan oleh Jro Bendesa Adat Kutuh I Made Wena dan Perbekel Desa Kutuh I Wayan Purja, SE bahwa dana desa tahun 2018 yang dipergunakan sekitar Rp 700 jutaan lebih dan tahun ini didukung oleh dana BUMDA lebih dari Rp 5 M serta pembangunan IKON Bola dari Yayasan Gobolabali lebih dari 1M, " jelasnya.

Untuk itu, penyelenggaraan BADUNG-IFC 2019 ditargetkan akan diikuti oleh 100 tim dari 15 negara dengan total peserta sekitar 2.500 orang, dan estimasi revenue sekitar Rp 5,8 Miliar dan dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung sekitar 1,8M .

"Begitu seriusnya Gobolabali membuat program ini sehingga diharapkan pelaksanaan BADUNG-IFC tahun ini lebih sukses dari tahun sebelumnya baik dari sisi jumlah peserta dan kualitas tim sepakbola negara asing yang akan hadir sebagai peserta," jelasnya. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved