Bali United
Arapenta Bertekad Main Reguler, Banyak Belajar dari Pelatih dan Pemain Senior
Sulit baginya untuk menggeser bintang asing dan lokal di posisi gelandang. Seperti Fadil Sausu, Brwa Hekmat Nouri (asal Irak), M Taufiq, Paulo Sergio
Penulis: Marianus Seran | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Skuat Bali United memiliki tujuh pemain muda di bawah 23 tahun.
Mereka adalah kiper Raka Surya dan Diky Indriyana, bek Dallen Doke, gelandang Kadek Agung Widnyana Putra, Arapenta Lingka Poerba, penyerang Hanis Sagara yang masih mengalami cedera dan operasi, serta Anan Lestaluhu.
Mereka didaftar untuk memenuhi regulasi Liga I Indonesia 2019.
• Bali United Menyerah 2 Gol Tanpa Balas dari Persela Lamongan, Begini Komentar Teco
• Diminta Komentar Terkait Kader Deklarasi Jadi Caketum Golkar, Airlangga Hartarto Pilih Masuk Mobil
• Sunset Kuta Hotel & Ballroom Hadirkan Promo Spesial Wedding
• Menteri Perdagangan Enggartiasto Tiga Kali Tak Penuhi Panggilan, KPK: Kami Cukup Kecewa
Tak ada dari tujuh pemain ini yang menempati posisi starting eleven.
Mereka pelapis ketiga pada posisi masing-masing. Seperti Arapenta Lingka Poerba, ia harus menanti menit bermain di Liga I Indonesia 2019.
Sulit baginya untuk menggeser bintang asing dan lokal di posisi gelandang. Seperti Fadil Sausu, Brwa Hekmat Nouri (asal Irak), M Taufiq, Paulo Sergio (Portugal), Ahmad Agung, dan Sutanto Tan.
Namun, ia menyadari hal itu. Menambah latihan adalah kewajibannya sembari menunggu kesempatan.
Dan ia berharap dan bertekad mendapatkan menit bermain setiap laga.
“Kesiapan saya sangat bagus jika kalau pelatih membutuhkan saya. Biasanya pelatih selalu memberikan pesan. Coach Yogi pelatih fisik, selalu mengingatkan saya untuk push up dan strengh (kekuatan),” kata Arapenta kepada Tribun Bali, Kamis (18/7/2019).
Menurut dia, selain dukungan dari tim pelatih, sebagai pemain muda sering mendapatkan petuah dari rekan pemain senior.
“Dukungan dari senior selalu positif buat diri saya, mereka selalu support saya dan pemain muda lainnya,” ujar alumni Diklat Ragunan ini.
Mereka para senior menurut dia, menjadi inspirasi untuk dicontoh. Yang positif diadopsi dan negatif dibuang.
“Pelajaran dari mereka selalu mengingatkan agar bekerja keras di latihan dan pertandingan jika mendapatkan kesempatan,” ujarnya.
Secara pribadi petuah saja tidak cukup jika tak dibarengi kerja keras latihan.
Untuk itu, ia menambah jam latihan di luar rutinitas tim. Ia biasa latihan di Gelora Trisakti Legian dan di lapangan futsal sebelah mes Bali United Jalan Pararaton Legian, Kuta, Badung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penyerang-muda-bali-united-arapenta-lingka-poerba.jpg)