Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Selebrasi Lokal

Semarak Piala Dunia 2026 di Bali, De Berry Denpasar Bidik Turis Asing Lewat Nobar Layar Lebar

De Berry tidak hanya membidik komunitas sepak bola lokal Bali, tetapi juga menyasar pasar turis asing dari negara-negara peserta Piala Dunia 2026.

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
BIDIK - Manajer De Berry Denpasar, Nyoman Kariadi. De Berry tidak hanya membidik komunitas sepak bola lokal Bali, tetapi juga menyasar pasar turis asing dari negara-negara peserta Piala Dunia 2026 seperti Belanda, Brasil, Australia, hingga Inggris. Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Semarak Piala Dunia 2026 mulai terasa di Bali.

Euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia itu tak hanya menggairahkan pencinta bola lokal, tetapi juga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha hiburan dan pariwisata di Pulau Dewata.

Salah satu venue yang bersiap menyambut gegap gempita Piala Dunia 2026 adalah De Berry Beerhouse Denpasar.

Tempat hiburan yang kerap menjadi lokasi nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola internasional ini kini menyiapkan konsep khusus untuk menggaet suporter lokal sekaligus wisatawan mancanegara (wisman) yang tengah berlibur di Bali.

Menariknya, De Berry tidak hanya membidik komunitas sepak bola lokal Bali, tetapi juga menyasar pasar turis asing dari negara-negara peserta Piala Dunia 2026 seperti Belanda, Brasil, Australia, hingga Inggris.

 

Manajemen De Berry menilai Bali memiliki potensi besar menjadi pusat euforia Piala Dunia 2026 karena tingginya jumlah wisatawan asing yang datang selama musim liburan pertengahan tahun.

Baca juga: Begini Aturan Nobar Piala Dunia 2026 di Bali, Lisensi Komersial Mulai Rp10 Juta

"Selama ini kalau ada match klub besar seperti Liverpool atau MU, selalu ada orang asing yang datang karena mereka melihat informasi di medsos. Kita memanfaatkan media seperti Instagram dan Facebook untuk promosi," papar Manajer De Berry Denpasar, Nyoman Kariadi saat diwawancarai di De Berry Denpasar.

Tak hanya mengandalkan promosi organik, pihak manajemen juga akan menggencarkan iklan digital untuk memperluas jangkauan promosi kepada turis asing yang sedang berada di Bali.

"Dan nanti akan kita tambahkan ads (iklan berbayar) untuk memperluas jangkauan agar turis-turis asing tahu di sini ada venue nobar Piala Dunia," imbuh dia.

Atmosfer Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu magnet hiburan terbesar di Bali sepanjang Juni hingga Juli 2026. Kehadiran ribuan turis asing dari berbagai negara diyakini akan ikut menghidupkan suasana nobar di sejumlah sport bar, beach club, hingga beerhouse di kawasan Denpasar, Canggu, Seminyak, hingga Kuta.

Bagi De Berry sendiri, momentum Piala Dunia 2026 juga diharapkan mampu mendongkrak omzet usaha, khususnya di jam-jam subuh yang biasanya relatif sepi pengunjung.

"Target peningkatan omset pasti ada. Kami mengharapkan bulan Juni ini kan juga banyak kegiatan di Bali, khususnya ada Hari Raya Galungan dan Kuningan," ujar Nyoman.

"Paling tidak dengan adanya nobar-nobar ini kita harapkan bisa menambah omset kita di jam-jam yang kiranya tidak bisa dihandle saat siang hari karena orang-orang sedang sibuk sembahyang," imbuh dia.

Meski begitu, penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 di Bali tetap menghadapi tantangan besar, terutama soal perbedaan zona waktu dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko selaku tuan rumah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved