Akan Digusur, Ratusan Pedagang Protes Kebijakan Pengelola Bandara
"Bandara yang dibangun begitu mewah, tapi tidak ada orang Bali yang bekerja di sana," kata Ketua Paguyuban Pedagang Bandara Ngurah Rai
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
"Bandara yang dibangun begitu mewah, tapi tidak ada orang Bali yang bekerja di sana," kata Ketua Paguyuban Pedagang Bandara Ngurah Rai (P2B), Wayan Sukses ke beritabali.com, Selasa (16/10/2012).
Para pedangan sudah berjualan puluhan tahun di bandara terbesar di Bali itu. Siti berharap, dengan diperluasnya bandara ia berharap lokasi para pedagang juga diperluas.
"Kami berbisnis sudah puluhan tahun di bandara. Bom Bali I dan II kami sudah lewati dan tidak ada masalah. Harapan kami, bandara diperluas, lokasi usaha kami juga diperluas," ujarnya.
Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya mengatakan, pihaknya di DPRD Bali sepakat untuk tidak melupakan para pedagang di Bandara Ngurah Rai.
"DPRD Bali memohon kepada Angkasa Pura agar tender diundur sebelum ada pembicaraan antara pedagang dan Angkasa Pura. Itu rekomendasi kami. Tidak boleh ada tender sebelum pedagang dan Angkasa Pura bertemu. Kami tidak intervensi, tapi kami ingin warga Bali juga ikut merasakan kemewahan bandara. Jangan sampai kita jadi tamu di tanah sendiri," katanya.
Humas PT Angkasa Pura, Sherly Yunita belum berhasil dikonfirmasi. Meski nomor teleponnya aktif, namun Sherly tak mengangkat telepon.