Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Citizen Journalism

Aktivitis Ormas Katolik Indonesia Serukan Gunakan Hak Pilih

Paus Fransiskus dalam homilinya pada 16 September 2013 di Domus Santa Martha menekankan

Tayang:
Editor: Iman Suryanto

CITIZEN JOURNALISM
Aktivitis Ormas Katolik Indonesia

MEMILIH ITU BERTANGGUNG JAWAB

Paus Fransiskus dalam homilinya pada 16 September 2013 di Domus Santa Martha menekankan agar umat Katolik harus merasa ikut bertanggung jawab untuk berpartisipasi dalam politik, sesuai dengan kemampuan mereka.

"Dan dengan cara ini Anda ikut bertanggung jawab. Berpolitik, sesuai dengan Ajaran Sosial Gereja, merupakan salah satu bentuk tertinggi dari karya amal, karena melayani kepentingan umum,” jelasnya.

Tanggal 9 April 2014 merupakan Pemilu istimewa bagi bangsa Indonesia. Pertama, karena merupakan tahap awal rangkaian suksesi kepemimpinan nasional dengan akan dipilihnya Presiden baru di bulan Juni 2014.

Kedua, adanya kekecewaan terhadap legislatif dan eksekutif yang sarat akan perilaku-perilaku korup, terjadinya konflik horizontal, ancaman terhadap minoritas, lemahnya wibawa Pemerintah, hingga memunculkan harapan agar terjadi perubahan yang signifikan dalam kualitas dan moralitas.

Dengan sistem 'one man one vote', maka suara umat Katolik turut menjadi penentu akan hasil Pemilihan Legislatif. 

Adanya lebih dari 1000 Caleg beragama Katolik (DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten) dan umat sebagai pemilih di berbagai pelosok Nusantara merupakan tantangan bagaimana agar suara umat Katolik benar-benar memilih calon yang berkualitas.

Melengkapi Surat Gembala Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), kami para aktivitis Ormas Katolik Indonesia Menyerukan kepada segenap komponen Gereja Katolik Indonesia untuk mengambil bagian secara langsung dalam Pemilu Legislatif, baik sebagai pemilih maupun pengawas dengan memperhatikan hal-hal berikut;

1. Menyatakan MENOLAK GOLPUT, karena hal tersebut bukan merupakan solusi untuk memperbaiki bangsa.

2. Hierarki Gereja : sangat penting bagi pihak hierarki untuk secara terus menerus dan nyata menegakkan menjaga serta menghembuskan prinsip-prinsip Pemilu yang bermoral dan beretika , hingga transaksi politik dan “money politic” dapat disadari serta di tolak oleh semua komponen bangsa.

3. Bagi Calon Anggota Legislatif beragama Katolik agar tetap teguh memegang nilai-nilai etika serta kebangsaan , dengan mengutamakan dialog dengan berbagai unsur masyarakat dan menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dihadapi bangsa.

4. Mendorong Umat Katolik agar melaksanakan hak pilihnya dengan mengutamakan nurani serta cerdas melihat Partai Politik serta Calon Anggota Legislatif yang memiliki peluang besar untuk terpilih.

Utamakan Partai dan Caleg yang memiliki integritas dan rekam jejak menjaga Pancasila, UUD’45, Bhineka Tunggal IKA serta NKRI.

Diharapkan umat dengan berbagai cara dan komunitasnya turut mengawal proses penghitungan suara, sejak di TPS hingga akhir penghitungan akhir di KPU, mengingat kecurangan pasti terjadi di berbagai tahapan penghitungan suara.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved