Pernikahan Keturunan Raja Ubud

Meriahnya Prosei Pernikahan, Cukup Dua Cucu

Bertempat di Bale Daja Puri Kedisan, pihak keluarga pria kemudian menghaturkan banten pejati untuk menyatakan keseriusan Tjok De

Editor: Iman Suryanto

Laporan Wartawan Tribun Bali, I wayan Eri Gunarta

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seorang pria tampan dengan pakaian adat Bali keluar dari sebuah mobil klasik Fleetmaster tahun 1948 di Desa Adat Kedisan, Tegalalang Gianyar, tepatnya di depan Pura Tegeh, Rabu (16/4) pagi. Pria bernama Tjokorda Gede Dharma Putra Sukawati itu kemudian diarak warga dengan tandu yang sudah dihias menuju Puri Kedisan.

Kemarin, Tjok De datang ke Puri Kedisan untuk meminang kekasihnya dr Gusti Ayu Mahadewi. Di Puri Kedisan, rombongan mempelai pria yang datang dengan 15 bus disambut keluarga perempuan.      

Bertempat di Bale Daja Puri Kedisan, pihak keluarga pria kemudian menghaturkan banten pejati untuk menyatakan keseriusan Tjok De untuk meminang Mahadewi.

Setelah kedua pihak selesai ngraos, pengantin wanita keluar dari dalam kamar Bale Daja menggunakan kerudung untuk menutup seluruh wajah dan tubuh. Ini bermakna bahwa perempuan akan memasuki kehidupan baru.

Setelah upacara meminang selesai, kedua mempelai dan keluarga sama-sama meninggalkan Puri Kedisan menuju Puri Ubud. Dari Puri Kedisan, Tjok De dan Mahadewi sama-sama ditandu dan diarak warga hingga depan Pura Tegeh.

Kedua pengantin kemudian sama-sama masuk ke mobil fleetmaster, yang memang disiapkan sebagai mobil pengantin. Di dalam mobil tua yang dikendarai oleh Tjokorda Gede dari Puri Merta Sari Ubud itu, pengantin didampingi sang ibu Tjok Istri Putri Hariyani R dan sang ayah Dr Ir Tjokorda Gede Oka Arta Ardana Sukawati alias Tjok Ace.

I Made Puja, mantan sopir tahun 1970-an di kerajaan Ubud mengatakan mobil Fleetmaster itu pertama kali digunakan oleh Tjok Ace, penglingsir Puri Ubud yang juga mantan Bupati Gianyar. Ini adalah mobil bersejarah Kerajaan Ubud.

"Ini adalah kendaraan roda empat yang pertama di Ubud. Tarikannya sangat mulus. Selain mesin mobil bagus, dulu di Ubud hanya ada tiga mobil. Di antaranya di Puri Saren Ubud dan Puri Kantor ada mobil Fleetmaster, dan Puri Saren Kauh ada mobil Dos," ungkapnya.

Benar kata Made Puja. Meski mobil tua, tarikan mobil Fleetmaster hitam berplat DK 1 PS itu melaju mulus dari Desa Kedisan sampai Lapangan Mua, Ubud, yang berjarak sekitar 10 kilometer.

Kedua pengantin kemudian keluar dari mobil. Sejumlah warga kemudian kembali mengarak kedua pasangan ini menuju Puri Agung Ubud.

Sesampai di Puri Ubud, kedua mempelai mengikuti upacara ngayab pabiya kaon, yang bermakna menghilangkan segala sesuatu yang membahayakan baik pada setiap upakara. Pada saat menjalankan prosesi ini, tirta dipercikkan ke bawah atau dari pinggang ke bawah dan di-ayab kebelakang.

Dengan selesai prosesi pabiya kaon tersebut, Tjok De sudah resmi meminang Mahadewi sebagai istri. Selanjutnya keduanya akan mengikuti upacara mekalan-kalan atau natab pada Jumat (18/4) besok di Puri Agung Ubud.     

Sebelumnya Tjok De harus melewati tiga prosesi, yakni Menpesedek, Nyedek, dan Menghaturkan Penangsek. "Nanti tanggal 18 akan ada upacara Mekala-kalaan. Saat itu orangtua si perempuan tidak boleh menyaksikan. Kalau keluarga yang lain boleh. Memang begitu adat istiadanya. Setelah upacara itu baru bisa ke sini lagi," ujar Tjok Istri Putri Hariyani, ibu Tjok De.

Tjok Putri Handayani mengaku sangat bahagia atas perkawinan anak sulungnya itu. "Selaku orangtua tentu saja merasa bahagia karena mendapatkan mantu yang telah lama dinanti. Selain itu, dari segi umur, mereka memang sudah pantas menikah," ujarnya saat ditemui usai prosesi ngayab pabyakaon.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved