Pernikahan Keturunan Raja Ubud
Meriahnya Prosei Pernikahan, Cukup Dua Cucu
Bertempat di Bale Daja Puri Kedisan, pihak keluarga pria kemudian menghaturkan banten pejati untuk menyatakan keseriusan Tjok De
Ditanya mengenai cucu, Tjok Putri Hariyani mengatakan cukup hanya dua saja. "Tapi kalau Tuhan menghendaki lebih, juga tidak apa-apa. Asalkan Tuhan memberikan anak suputra, kami akan jaga titipan dari Tuhan itu sebaik-baiknya," ujar perempuan berkacamata itu.
Istri Tjok Ace ini mengatakan bahwa sifat menantunya masuk dalam kriteria keluarga Puri Agung Ubud. Dia juga mengatakan tidak pernah memaksakan kehendak terkait pasangan anaknya.
"Saya tidak pernah membatasi anak untuk berteman dengan siapa saja. Tapi, tentu saja kami mengharapkan menantu yang baik. Saat Tjok De memperlihatkan calon istrinya, kami setuju," ujarnya lalu tersenyum.
I Gusti Ngurah Jantana, warga Banjar Taman Kelod, mengatakan bahwa ini adalah pernikahan yang menggali tradisi leluhur. "Yang dimaksud tradisi leluhur adalah memadik, mapesedek, makta penangsek, menjemput istri menggunakan tandu kerajaan yang diukir dan diprada," ujarnya.
Gusti Jantana bersama warga banjarnya ikut memeriahkan upcara pernikahan agung ini sebagai sekaa gong. "Kami ngayah biasa. Karena Banjar Taman Kelod juga merupakan tuan rumah di Puri Ubud," ungkapnya.(*)