Persona
Peran Orangtua Sangat Penting
Ide awalnya bermula karena saya mengalami kesulitan belajar
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Ketut Sudiani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bagi pengusaha muda, I Putu Hendika Permana, SKom MM, untuk memupuk pribadi sederhana dan tidak mudah tergiur berbagai kemewahan, peranan orangtua sangat penting.
Apabila sejak kecil orangtua sudah memanjakan sang anak, akan besar kemungkinan ia juga akan larut dalam tren yang cenderung glamor.
Semangat yang sama pun terus dibawanya hingga lanjut ke perguruan tinggi. Hendik mencoba selalu menanamkan dalam dirinya, bahwa setiap langkah yang akan diambil butuh strateginya matang.
Ketika ia diterima di delapan perguruang tinggi, ia harus menentukan pilihan. Ke delapan perguruan tinggi itu di antaranya Universitas Udayana, ITS, UGM, Telkom, Sanata Dharma, STIKOM, dan dua universitas swasta.
"Setelah perdebatan panjang dengan orangtua, akhirnya saya pilih ITS." Masa perantauan di Surabaya digunakan sebaik-baiknya.
Selain memang menekuni studi, ia mencoba menggunakan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
"Tapi saya juga berpikir bahwa saya tidak mau bekerja hanya untuk uang, tapi bekerja untuk mendapatkan pengalamannya."
Selama di ITS, Hendik membangun sebuah usaha les privat untuk mahasiswa tingkat awal, bernama Hend's Quantum.
"Ide awalnya bermula karena saya sendiri yang mengalami kesulitan belajar. Mata kuliahnya sangat susah. Saya mencoba untuk mencari teman yang mau mengajari, tadi tidak ada yang mau," katanya.
Bekerjasama dengan sejumlah mahasiswa, ia pun menjalani bisnis kursus belajar yang ternyata belakangan banyak diminati oleh mahasiswa tingkat awal.
Penghasilan yang ia peroleh terbilang cukup banyak untuk ukuran seorang mahasiswa S1.
Alhasil, di usia 25 tahun, ia telah berhasil membeli rumah. "Awalnya orangtua melarang saya berbisnis, kemudian perlahan mendukung, hingga kini. Sekarang justru mereka menjadi rekan diskusi saya," jelasnya.
Menurutnya, pada masa-masa awal mendirikan usaha, memang belum banyak mendapat kepercayaan karena boleh dikata IT adalah pekerjaan yang profesional.
"Ketika kita belum punya portofolio maka belum banyak yang percaya. Syukurnya sampai saat ini perusahaan saya CV. Harmoni Permata sudah banyak yang memberikan kepercayaan."