Youngstar

Sebentar Kita Lihat Laju Saham!

Investor Muda Potensial AA Ngr Cahaya Paramananda

Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Ketut Sudiani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Meski masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah, nama AA Ngr Cahaya Paramananda telah tercatat dalam bisnis saham.

Profit yang ia hasilkanpun pernah mencapai hingga 80 persen. Jumat (18/7/2014) lalu, Tribun Bali menemui pemuda yang lebih dikenal dengan sebutan Rama, di kediamannya, di Jalan Jempiring 7, Denpasar.

Ia membawa laptop warna gelap yang selalu digunakannya untuk mengetahui perkembangan saham terkini dan berbagai isu nasional maupun internasional.

"Sebentar lagi, tepat pukul 10.00 Wita kita dapat melihat bagaimana laju saham," ucapnya penuh keyakinan.

Pemuda kelahiran Denpasar, 12 Juni 1992‬, mulai tertarik mempelajari seluk beluk saham ketika ia mendapatkan mata pelajaran itu pada semester 6, Jurusan Akutansi di Politeknik Negeri Bali‬.

Kemampuannyapun coba ia uji dalam sebuah kompetisi yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.

Berkat kejelian dan teknik yang dikuasainya, ia akhirnya berhasil terpilih sebagai juara 2 acara Investment Trading Online Competition 2013.  

Meskipun terbilang pendatang baru, ternyata ia berhasil menyisihkan sejumlah peserta, termasuk pengajarnya sendiri.

"Profit yang saya hasilkan dalam simulasi semu itu mencapai Rp 1,9 Miliar," katanya singkat.

Mereka memberikan modal maya Rp 100 juta. Peserta dinilai dalam satu minggu seberapa besar profit yang bisa dihasilkan.

Pada saat perlombaan itu, Rama tetap berpegang pada dua faktor utama, yakni faktor fundamental dan teknikal.

"Jadi fundamental maksudnya lebih tentang track record perusahaan, sedangkan teknikal tentang seberapa banyak yang membeli saham perusahaan itu."

Agar mendapatkan keuntungan sebesar itu, ia menggunakan tik-tok. Ketika harga turun ia langsung beli dan ketika naik, langsung dijualnya.

"Penting diketahui, dalam konsep saham, kita tidak membeli uang atau barang, tapi kepemilikan sebuah perusahaan. Misalnya saya membeli saham A, ya, berarti saya sah juga menjadi pemilik A."

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved