Patung Titi Banda Bercerita Soal Rama Menjemput Shinta
Filosofinya mirip kisah Jembatan Alengka penghubung India dan Srilangka
Penulis: Muhammad Qomarudin | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Eka Jayana, penanggungjawab proyek pembangunan patung Titi Banda mengatakan, patung Titi Banda akan menjadi ikon baru Kota Denpasar.
Ia juga bercerita perihal filosofi patung itu sendiri. Menurutnya, patung Titi Banda terinspirasi dari cerita Ramayana.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Titi banda mengisahkan Rama, sebagai tokoh utama yang akan menjemput Shinta dari tangan Rahwana di negeri Alengka.
Rama didampingi Wanara atau pasukan kera yang berjumlah 18 prajurit yang lima di antaranya merupakan panglima kera.
“Kalau di luar negeri, itu seperti filosofi jembatan Alengka yang menghubungkan India dan Srilangka,” ujar Eka Jayana, Minggu (17/8/2014).
Seperti pada gambar ilustrasi tiga dimensi di sudut bangunan, patung Rama akan menjadi patung utama di tengah bangunan.
Di samping kiri dan kanan Rama, ada dua panglima kera. Tiga panglima yang lain berdiri di tiap sudut landasan. Panglima kera akan dibuat berukuran lebih besar dari prajurit kera yang lain.(*)