Gunung Agung Terbakar
Sekeluarga dan Bayi Lima Bulan Dievakuasi
Kami terus bujuk dia, agar mau mengungsi sementara. Akhirnya, satu keluarga itu mau dan bisa kami evakuasi ke rumah tetangga
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Kambali

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kebakaran lereng Gunung Agung yang ada di wilayah Banjar Batu Dauh Kaja, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Rabu (25/09/2014) terbilang besar. Hal ini membuat resah petugas dan warga sekitar karena api mengancam pemukiman. Bahkan ada satu keluarga sempat dipaksa evakuasi.
"Kalau tadi malam, api menyala sampai ke atas pohon membakar daun. Semalam (kemarin) kami evakuasi warga,” ujar seorang Banjar Batu Dauh Kaja, I Ketut Budarta, Kamis (25/09/2014).
Namun kata dia, keluarga tersebut tak mau dievakuasi. Menurutnya, keluarga yang tak mau dievakuasi memiliki bayi umur lima bulan.
”Kami terus bujuk dia, agar mau mengungsi sementara. Akhirnya, satu keluarga itu mau dan bisa kami evakuasi ke rumah tetangga,” tambah Budarta.
Petugas waktu itu, hanya mengandalkan peralatan tradisional untuk memadamkan kobaran api. Budarta mengaku saat memadamkan api ia bersama anaknya I Kadek Tunas.
”Semalam (kemarin), saat hendak memadamkan api, saya takut melihat, soalnya api menyala hingga ke atas pohon,” imbuhnya.
Budarta mengaku beruntung api tak sampai ke permukiman warga Banjar Batu Dauh Kaja. Dengan kesigapan warga dan petugas api bisa dipadamkan. Hingga kemarin pemadaman masih dilakukan. Bekas bakaran api terlihat mengeluarkan asap putih. (*)