Mom & Kids
Faktor Keturunan Pengaruhi Sifat Disiplin Anak
Sebaiknya, kata perempuan berusia 52 tahun ini, penerapan disiplin harus diajarkan pada usia sedini mungkin.
Penulis: Irma Yudistirani | Editor: Rizki Laelani
Orangtua diimbau mau meluangkan waktu untuk memperhatikan buah hatinya sesibuk apapun. Entah itu menanyakan PR, mendampingi mengerjakan PR dan sebagainya.
Gung Poetri pernah mendapati seorang murid tidak pernah mengerjakan setiap pekerjaan rumah (PR) yang diberikan gurunya.
Setelah ditelisik, ternyata orangtuanya tidak ada waktu untuk memperhatikan karena kesibukan pekerjaan.
"Memang tuntutan kehidupan dan ekonomi perlu pekerjaan sampai tidak mengenal waktu. Tapi, jangan sampai anak dijadikan korban. Ia dibiarkan, seakan yang penting anaknya sekolah, sudah makan, sudah tidur, bajunya siap. Padahal, komunikasi antara ibu, ayah dan anak itu penting," terangnya.
Faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap sikap disiplin anak. Sebab, anak-anak lebih banyak menghabiskam waktunya di lingkungan luar daripada lingkungan sekolah.
Apa jadinya bila ia berada di lingkungan masyarakat yang tidak baik? Kejujuran anak semakin berkurang.
Kerap kali anak-anak yang melanggar peraturan suka membawa nama orangtuanya. Padahal orangtuanya tidak tahu sama sekali. (*)