Kepuasan Pelanggan Adalah Prioritas di Catering Nyonya Warti Buleleng
OWNER Catering Nyonya Warti Buleleng, Ni Ketut Warti paham betul bahwa mendirikan perusahaan jasa katering, tidak boleh hanya berburu keuntungan saja
Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Iman Suryanto
TRIBUN-BALI.COM - OWNER Catering Nyonya Warti Buleleng, Ni Ketut Warti paham betul bahwa mendirikan perusahaan jasa katering, tidak boleh hanya berburu keuntungan saja. Lebih dari itu, kepuasan pelanggan harus menjadi yang utama. Karena dari kepuasan itulah, kepercayaan publik akan terbangun.
“Kepuasan pelanggan adalah prioritas kami,” ujar Warti. Meski profit juga harus diperhitungkan dalam bisnis, namun menurutnya, kepuasan konsumen adalah kunci kesuksesan usahanya hingga saat ini. Hal tersebut selalu dipertahankan dalam sistem kateringnya.
Seperti kepada para konsumennya, Warti selalu menerapakan food testing. Para konsumen yang sudah positif akan melakukan pemesanan, diundang untuk mencicipi beberapa hidangan yang dibuat oleh katering ini.
Sehingga, mereka dapat memilih langsung makanan mana yang ingin dipesan. Selain itu, dari sana, mereka pun tahu bagaimana cita rasa dari hidangan yang akan dipesan.
Tak hanya itu, yang juga diutamakan oleh Catering Nyonya Warti Buleleng ini adalah kualitas makanan saat acara berlangsung, khususnya untuk layanan prasmanan. Jadi, setiap melayani prasmanan, tidak hanya peralatan penghangat yang pasti tersedia, tapi tukang masak dari katering ini selalu hadir. “Supaya kualitas makanan tetap terjaga,” tambah I Gusti Gde Ngurah Budhita, anak kelima dari Warti.
Dalam penyajiannya, dari penataan hingga dekorasi pun disiapkan oleh Catering Nyonya Warti Buleleng. Untuk pengadaan bahan juga menjadi yang penting di sini. Tak hanya yang berasal dari supplier, namun katering ini masih menerapkan sistem belanja langsung ke pasar. Menurutnya, dengan langsung berbelanja di pasar, mereka dapat memilih bahan-bahan makanan yang masih segar.
Terkait manajemen, di sini dilakukan secara kekeluargaan namun tetap profesional. Berbagai departemen, mulai dari front office, departemen produksi, pemasaran, hingga driver pun dibuat secara terpisah. Hal ini dilakukan agar setiap pegawai fokus pada pekerjaan masing-masing.
“Kalau dulu memang satu orang bisa mengerjakan lebih dari satu pekerjaan, namun sekarang sudah ada bagian-bagiannya sendiri, jadi mereka bisa fokus, dan semua bekerja sejalan,” ujar Ngurah.
Untuk rentang harga, misalnya untuk nasi box, mulai dari Rp 25 ribu hingga yang VIP, saat ini sekitar Rp 40 ribu - Rp 50 ribu. Mulai dari sayur, lauk pauk, hingga sayuran termasuk dalam nasi box tersebut. Sementara untuk prasmanan, tergantung dari pilihan yang diinginkan konsumen, biasanya mulai sekitar harga Rp 75 ribu per orang.
Tak terpatok pada harga yang ditawarkan, Catering Nyonya Warti Buleleng ini pun terbuka untuk menyesuaikan dengan budget dari konsumen.
Terus Belajar dan Berinovasi
AREA Catering Service Nyonya Warti Buleleng yang berlokasi di Jalan Ganetri No 4 Denpasar, selalu sibuk di pagi hari. Kesibukan melayani berbagai pesanan katering menjadi rutinitas tiap hari. Tidak ada pegawai yang menganggur, semua dengan cekatan mengerjakan tugas masing-masing.
Maklum, konsumen tidak boleh komplin hanya gara-gara pesanan tidak tepat waktu. Apalagi nama Warti Buleleng tak asing lagi bagi telinga krama Bali. Didirikan sejak tahun 1989, oleh Ni Ketut Warti dan sang suami, almarhum Drs I Gusti Ngurah Made Buleleng, katering ini sudah menjadi langganan baik dari kalangan pemerintahan dan juga swasta atau perorangan.
Berasal dari keluarga yang senang memasak, dari sanalah passion Ni Ketut Warti terhadap masakan timbul. Diakuinya, kebiasaan memasak sudah dilakukannya sejak berada di sekolah dasar. “Dari kecil saya sudah masak, bikin sayur, nasi bungkus, seperti itu,” ujar nenek dari 9 orang cucu ini kepada Tribun Bali.
Tidak langsung benar-benar berkecimpung di dunia kuliner, Warti yang tamatan SPKA (Sekolah Penjenang Kesehatan Tingkat Atas) ini, di usia mudanya pernah bekerja sebagai perawat.
Namun, kebiasaan memasak dan berjualan hasil masakannya tak pernah lepas dari hidupnya. Hingga kebiasaanya tersebut pun diterapkan pada kelima orang anaknya. Sekarang ini, I Gusti Gde Ngurah Budhita, anak kelima dari Warti dan para kakaknya kerap membantu untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha katering keluarga ini.