Hipertensi dan Maag Tak Kunjung Sembuh, Pekak Geder Gantung Diri
Kabupaten Jembrana ini ditemukan pertama kali oleh anaknya yakni Ni Luh Tama (50), sekitar pukul 08.55 Wita dengan posisi tergantung.
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Iman Suryanto
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Diduga putus asa lantaran penyakit Hipertensi dan Maag yang dideritanya tak kunjung sembuh, I Nyoman Geder (70) menggantung dirinya di langit-langit kamarnya, Jumat (6/3/2015) pagi.
Pekak Geder asal Banjar Pasar, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana ini ditemukan pertama kali oleh anaknya yakni Ni Luh Tama (50), sekitar pukul 08.55 Wita dengan posisi tergantung.
Kapolsek Pekutatan, Kompol Ngurah Putu Riasa membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Ia juga mengatakan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga petugas menduga tewasnya korban akibat frustasi akan penyakit yang selama ini dideritanya.
"Korban tewas tergantung di palang atap kamarnya menggunakan tali plastik berwarna kuning dengan kursi di bawahnya," terang Riasa. (Jas)