Nyepi di Bali
'Celuluk Selfie' di Banjar Kertiyasa Adopsi Perkembangan Zaman
Sambil duduk di atas closet, seorang wanita berfoto. Tema ogoh-ogoh yang disepakati 174 orang anggota STT ini diambil karena melihat tran jaman.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sinar matahari sangat menyengat, Selasa (17/3/2015) pukul 11.25 Wita. Tidak ada satupun warga Banjar Kertiyasa, Desa Bona, Blahbatuh, Gianyar yang melakukan aktivitas di jalanan.
Sementara di dalam bale banjar setempat, Gusti Ngurah Yoga Laksana, I Kedek Adi, dan Gusti Ngurah Semara Jaya sibuk menempelkan kertas pada sterofoam berbentuk kloset. Di atas kloset, duduk perwujudan seorang perempuan yang juga terbuat dari gabus.
Tiga orang ini merupakan anggota Sekaa Teruna Teruni (STT) Yoana Kertiyasa. Ngurah Semara mengatakan, karena tidak memiliki kesibukan di rumah, ia memilih untuk mengerjakan ogoh-ogoh yang akan diarak organisasinya pada malam pengerupukan.
"Biasanya sih pemuda ngerjain ogoh-ogohnya jam 6 sore. Dari pada tidur-tiduran di rumah, mending saya kerjakan sebisa saya," ujarnya kepada Tribun Bali, Selasa (17/3/2015).
Ngurah Yoga mengungapkan tema ogoh-ogoh kali ini adalah Celuluk Selfie. Tema yang disepakati 174 orang anggota STT ini diambil karena melihat tran jaman.
"Sekarang apapun kegiatannya pasti difoto lalu diunggah ke media sosial. Bahkan aktivitas boker pun diunggah. Karena itu, tema ogoh-ogoh ini Celuluk Selfie," ujarnya sembari menempelkan kertas berisi lem kanji pada selangkangan anatomi Celuluk setinggi enam meter itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/celuluk-selfie.jpg)