Cerita Mistis Warga Padang Sumbu Kaja Bertemu Manusia Kepala Babi
Pertigaan itu memang tempat unjuk kebolehan dalam memamerkan tingkat kesaktian. Bahkan dirinya pernah berperang di sana dan menang.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lalu lalang kendaraan tampak memadati pertigaan pertemuan antara Jalan Gunung Soputan, Jalan Tangkuban Perahu, dan Jalan Gunung Salak, Denpasar Barat, Bali, Senin (31/3/2015).
Di tengah pertigaan terdapat pelinggih dan beberapa sesajen.
Pertigaan ini memiliki cerita yang banyak dikenang warga Banjar Padang Sumbu Kaja, terutama kalangan usia lanjut.
Satu di antaranya Ida Ayu Rai Manis (65) warga Padang Sumbu Kaja.
Dahulu sebelum Gestok atau Gestapu pada 1965 silam, tepian jalan pertigaan itu dipenuhi pohon bambu dan kelapa.
Di lokasi itu berupa tanah dan di beberapa sudut jalan terdapat kumpulan sarana dan prasarana bekas upacara kematian.
(Kisah Misteri Boneka Nini Thowok yang Sakral dan Berbahaya di Yogyakarta, klik di sini)
Rai Manis mengungkapkan suatu malam ketika dirinya hendak pulang dari Badung (Denpasar disebut Badung), ia bersama beberapa saudaranya usai menonton film melewati pertigaan tersebut.
Mereka pun melihat bangkal atau seekor babi yang memiliki badan besar dan bertaring panjang.
“Ampun ganggu tiang, ampun ganggu tiang, ampun ganggu tiang,” teriaknya mengulangi kejadian waktu itu, saat ditemui Tribun Bali, Selasa (31/3/2015).
Menurut Mangku Madri, pertigaan itu memang tempat unjuk kebolehan dalam memamerkan tingkat kesaktian.
Bahkan dirinya pernah berperang di sana dan menang.
Dikatakan, di pertigaan itu ia pernah bertemu dengan seekor kerbau berkaki tiga dan gegendu (manusia berkepala babi).
“Dulu sangat angker, tapi sekarang tidak pernah lagi ada begituan. Gumi be terang jani, lampu di sana-sini. Nak cenik jani nawang ne ulian cerita gen nike (anak sekarang tahunya dari cerita saja)," ucapnya sembari tertawa.
Keangkeran pertigaan tersebut juga dirasakan Ketut Rubig.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pertigaan-padang-sumbu.jpg)