Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Album Solo Perdana Pohon Tua, 90 Persen Musik Ukulele

Rencananya, ada 8 lagu yang akan dirilis di album tersebut. Ia juga menambahkan, untuk materi sendiri, dari segi sound lebih “nakal” dan konyol

Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Dadang Pohon Tua 

TRIBUN-BALI.COM, Telah sekian lama malang melintang di kancah industri musik Bali, Pohon Tua yang bernama asli Dadang S.H Pranoto akhirnya memutuskan untuk menggarap album solo perdananya.

Berjudul Kubu Carik, rencananya album ini akan dirilis pada tanggal 6 Juni 2015 mendatang.

Bersamaan dengan album tersebut, juga akan dirilis buku berjudul Dua Senja Pohon Tua karya Eko Prabowo, jurnalis Kompas sekaligus penikmat karya Dadang.

Buku ini berisi interpretasi akan lagu-lagu karya Dadang sendiri. Karena itulah mengapa kedua karya tersebut akan diluncurkan secara bersamaan.

“Awalnya dia (Eko) menghubungi saya, ngasih info tentang pembuatan buku itu. Di tengah jalan, kemudian saya kepikiran dan seperti merasa tertantang karena dia bikin karya, nah saya bikin apa? Dan, saat itu saya lagi getol-getolnya main ukulele dan akhirnya kepikiran bikin album,” papar Dadang.

Oleh karena itu, menurut gitaris Navicula sekaligus vokalis Dialog Dini Hari ini, bisa dikatakan hampir 90 persen musik pengiring di album Kubu Carik menggunakan instrumen ukulele.

Rencananya, ada 8 lagu yang akan dirilis di album tersebut. Ia juga menambahkan, untuk materi sendiri, dari segi sound lebih “nakal” dan konyol dibandingkan dengan lagu-lagu di Dialog Dini Hari.

Pohon Tua pun memberi sedikit bocoran tentang isi dari album debut solonya tersebut. Ada lima lagu yang ia bagikan kepada Tribun Bali, yakni Si Kancil, Matahari Terbit, Hari Ini Esok Hari, Bisik Laut, Semesta Raya (atau Langit Raya).

Nuansa spiritual dan cinta dari apa yang ia alami dan ia lihat di sekitar, ia tuangkan dalam tiap lagu di album ini dengan kemasan lirik yang cantik.

“Bumi menua, biarlah berputar. Kerja, kerja, kerjakan, usir hama singkirkan. Padi-padi berisi, besar hati membumi,” ujar Dadang memberikan sepenggal lirik dari satu lagu yang ada di album Kubu Carik tersebut.

Ada sisi spiritual yang Dadang angkat dalam lagu yang menggambarkan bagaimana seorang petani mencintai pekerjaannya tersebut.

Mencintai apa yang sedang dikerjakan dan menyadari potensi diri, menurutnya adalah bentuk kecintaan akan hidup.

“Sama seperti yang sedang saya lakukan sekarang. Jadi, saat saya melihat petani tersebut, saya melihat diri saya sendiri,” ujarnya.

Untuk album solonya tersebut, Pohon Tua diproduseri langsung oleh Dialog Dini Hari.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved