Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pembunuhan Robert Kevin Ellis

11 Tahun Pendam Rasa Kesal, Istri Ini Otak Pembunuhan Suaminya

"Membunuhnya sebenarnya bukan pilihan. Saya ingin ceraikan, tapi dia tidak mau. Sebelas tahun saya tidak diperlakukan sebagai istri," urai Bu Nur.

Tayang:
Penulis: Eviera Paramita Sandi | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali
Terdakwa otak pembunuh suami, Noor Ellis (kiri) mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (22/4/2015). Noor Ellis menangis saat anaknya minta hukumannya diperingan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Tangis sesenggukan Julaikah Noor Aini atau Noor Ellis ia perlihatkan di depan majelis hakim di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Kamis (30/4/2015).

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa yang dipimpin oleh ketua majelis hakim, AA Ketut Anom Wirakanta kemarin, pemilik panggilan Bu Nur ini mengungkapkan kekesalannya yang berujung pembunuhan suaminya, Robbert Kevin Ellis.

Dibalik kaca mata beningnya, Bu Nur sesenggukan sambil menyeka air mata.

"Membunuhnya sebenarnya bukan pilihan. Saya ingin ceraikan, tapi dia tidak mau. Sebelas tahun saya tidak diperlakukan sebagai istri," urai Bu Nur.

Hakim anggota, Beslin Sihombing pun menyuruh Bu Nur agar tidak usah pakai menangis.

Beslin lalu bertanya apakah terdakwa mempunyai anak, Bu Nur menjawab punya.

Ditanya apakah anaknya terpukul, Nur menjawab anaknya memang sangat terpukul.

"Tapi mereka juga jengkel, saya telah mengambil pilihan salah yang mulia," ucap Nur. 

Menurutnya, konflik dengan Robbert atau Bob sudah sangat lama dan Nur sudah berusaha mencari jalan terbaik namun kekesalannya itu membuncah ketika dirinya melaksanakan upacara odalan, Bob tidak suka, Bob mengatakan bahwa gara-gara itu banyak sampah dimana-mana kemudian menendang banten yang digunakan untuk upacara.

Meski kesal saat itu, Nur mengaku tetap melanjutkan sembahyangnya.

"Saya sudah tidak kuat lagi Yang Mulia dengan penghinaan dia," tutur Nur lagi.

Nur juga menceritakan bagaimana pelaksanaan eksekusi itu berlangsung.

Saat meminta Martin membunuh Bob, Nur meminta agar jangan ada luka.

Namun teknisnya atas permintaan Martin semua. Ia hanya membayar Rp 50 juta meski sebelumnya Martin minta 50 persen pembayaran di muka.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved