Art and Culture
Adakah Kekuatan Dibalik Drama Gong?
Ia mengaku antusias dan apresiasi masyarakat Bali sangat tinggi. Bahkan dia dan kawan-kawannya sudah terbiasa pentas dari tengah malam hingga subuh.
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Uploader bali
Dia seketika teringat dengan perjalanannya hidupnya selama ini, begitu juga nasib sahabatnya yang dulu menjadi seniman drama gong.

Ida Bagus Raka Pudjana sebagai sosok Komang Apel.
“Perjuangan itu luar biasa. Saya memang sempat mendapat apresiasi dari pemerintah, hanya saja tidak sampai jauh. Kadang saya berpikir, seniman tradisi itu seperti bangken jaan (tangga rusak),” tandasnya.
Dia mengumpamakan, saat jaan masih bagus, semua orang meminjam, tapi begitu rusak, dibiarkan busuk di pojok rumah sampai dimakan tetani.
“Nyangklek di bucu, sing ade nak ngerunguang (membusuk di pojok tidak ada yang memperhatikan). Sahabat saya, seniman Dolar, kasihan sekali dia. Sampai sekarang masih belum bisa bicara,” imbuh Ida Bagus. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/drama-gong_20150503_105309.jpg)