Bayi Tewas Tersedak Susu
Di Saluran Napas Bayi yang Tewas Tersedak Susu Ditemukan Busa
"Semakin dada bayi tersebut ditekan, semakin banyak busa halus yang keluar melalui hidung," terangnya.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Berdasarkan hasil autopsi, Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit, Jumat (8/5/2015) kemarin, mengatakan bayi GKAS dipastikan meninggal karena tersedak saat minum susu.
"GKAS meninggal karena mengalami aspirasi benda asing berupa cairan yang diketahui adalah susu. Hal ini menyebabkan bayi tersebut mati lemas, dengan kata lain bayi tersebut meninggal karena tersendak saat diberikan susu," terang dr Alit ketika dimintai keterangan di Humas RSUP Sanglah.
(Berita Terkait: Bayi yang Tewas Tersedak Susu Ini Baru Rayakan Ulang Tahun)
Kemudian dr Alit menjelaskan, jenazah diterima Instalasi Forensik RSUP Sanglah pada Rabu (6/5/2015) pukul 23.00 Wita dan autopsi dilakukan setengah jam kemudian.
Dari hasil awal dilakukannya pemeriksaan luar (PL), jenazah dipastikan meninggal delapan jam sebelum diperiksa dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah.
Bahkan, tubuh bayi tersebut diketahui sehat sasuai umur dan tumbuh kembangnya.
Namun, saat dilakukan PL, pihaknya menemukan adanya busa halus yang keluar dari hidung bayi malang tersebut.
"Semakin dada bayi tersebut ditekan, semakin banyak busa halus yang keluar melalui hidung," terangnya.
Setelah dilakukan autopsi, pihaknya ternyata menemukan sangat banyak busa halus pada saluran napas GKAS.
Busa halus tersebut ditemukan pada saluran napas cabang utama bagian kiri.
"Busa tersebut menunjukkan adanya cairan masuk ke paru-paru bagian kiri bayi tersebut, hal ini biasa disebut dengan aspirasi cairan. Inilah yang menyebabkan bayi mati lemas karena pernapasannya tersumbat," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, GKAS diberikan minum tanpa diawasi saat sedang dalam posisi tidur.
Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya aspirasi cairan. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bayi_20150508_221835.jpg)