Gigi Harimau Benggala di Bali Zoo Diperiksa 6 Bulan Sekali, Ini Fotonya
Rinjani yang berbobot 185 Kg dan panjang tubuh 170 Cm tertidur selama 30 menit, karena efek obat bius yang disuntikkan pada tubuhnya.
Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Cekatan sekali I Made Sugiarta memeriksa Rinjani.
Dokter hewan Bali Zoo ini melakukan pemeriksaan rutin terhadap Rinjani, seekor harimau jenis Benggala asal India yang terancam punah berdasarkan International Union For Conservation of Nature (IUCN), Rabu (13/5/2015).

Rabu kemarin, Bali Zoo, Jalan Raya Singapadu, Sukawati, Gianyar melakukan pemeriksaan rutin terhadap satwanya.
Tampak 6 zookeeper mengangkat Rinjani untuk dipindahkan dari Exhibit menuju ke Animal Clinic and Nursery Bali Zoo.
Harimau betina berusia 3 tahun ini diperiksa kondisi kesehatannya, lewat medical check up, yang rutin dilakukan per 6 bulan sekali.
Rinjani yang berbobot 185 Kg dan panjang tubuh 170 Cm tertidur selama 30 menit, karena efek obat bius yang disuntikkan pada tubuhnya.
"Harus dibius terlebih dahulu. Karena kalau tidak, akan berbahaya dengan membiarkannya aktif," ujar Sugiarta.
Rinjani diperiksa kondisinya secara keseluruhan.

Mulai dari scale gigi, mata, telinga, potong kuku, pengecekan kelenturan kulit, dan pengambilan sample darah.
Termasuk juga pemeriksaan feses.
Tujuannya untuk melihat adanya bakteri yang bisa berpengaruh pada kesehatan Rinjani.
"Untuk sample darah nanti kami lihat hasilnya 2 hari ke depan. Dari sana baru bisa lihat kondisi dari harimau ini," tambahnya.
Ia katakan, tujuan utama dari pemeriksaan rutin ini adalah untuk mengetahui kondisi si satwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/harimau3_20150514_113848.jpg)