Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kelulusan Siswa SMA

Dek Moleh Peraih Nilai Ujian Nasional Tertinggi Jurusan IPB di Bali

Sebagai peraih nilai UN tertinggi Jurusan IPB di Bali, Dek Moleh merasa senang namun ada hal yang mengganjal di benak mereka. Bisakah melanjutkan?

Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Peraih nilai Ujian Nasional Tertinggi Jurusan IPB di Bali, I Kadek Diana Putra (kiri) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - I Kadek Diana Putra menjadi pahlawan kebanggaan SMA Negeri I Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Siswa kelas XII Jurusan Bahasa (Ilmu Pengetahuan Bahasa/IPB) ini berhasil menyabet predikat terbaik.

Jumlah nilai hasil Ujian Nasional (UN) Kadek Diana Putra adalah 54,85 untuk enam mata pelajaran.

Itu membuat namanya di urutan pertama peraih nilai tertinggi jurusan IPB untuk UN tingkat SMA dan sederajat se-Provinsi Bali pada 2015.

Berpakaian adat Bali, tersipu malu Dek Moleh (panggilan akrab I Kadek Diana Putra) datang menuju ruang kepala sekolah.

Ia mengaku masih tidak percaya meski telah dua kali dihubungi oleh kepala sekolah dan wali kelasnya bahwa dirinya meraih nilai UN tertinggi di Bali.

"Sama sekali saya tidak menyangka. Pak kepala sekolah dan ibu wali kelas menghubungi. Beliau bilang selamat. Saya balas, selamat apa? Terus dibilang selamat karena saya menjadi siswa dengan nilai tertinggi di Bali," ujar Dek Moleh pada Tribun Bali saat ditemui di sekolahnya, Jumat (15/5/2015).

Dek Moleh waktu itu sedang bersih-bersih di merajannya merasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan mendapat nilai UN tertinggi.

Ia lantas menyampaikan kabar itu kepada kedua orang tuanya.

Orangtuanya, I Nyoman Sumarja (47) dan Ni Made Rinis (46) tersenyum bahagia dengan pencapaian putranya tersebut. Namun ada hal yang mengganjal di benak mereka.

"Bapak sama ibu saya sebenarnya tidak yakin mampu membiayai kuliah saya. Pelan-pelan saya yakinkan, semoga semuanya berjalan lancar," tutur remaja asal Banjar Umah Anyar, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar ini.

Kekhawatiran tersebut muncul lantaran ayahnya yang hanya seorang petani biasa. Apalagi ibu Dek Moleh sakit-sakitan.

Dek Moleh sudah dinyatakan diterima lewat SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di Fakultas Pariwisata, Jurusan Destinasi Pariwisata, Universitas Udayana (Unud).

"Bapak saya petani, ibu tak bisa banyak bantu karena sakit-sakitan. Nenek juga sakit. Saya hanya bisa bantu orangtua di rumah dengan bekerja menjadi pematung. Beruntung saya sudah diterima di Unud," ujar Dek Moleh.

Sedari kelas X, Dek Moleh selalu mendapatkan rangking sepuluh besar di kelas. Predikat tersebut konsisten dipertahankannya sampai ia kelas XII.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved