Tragedi Angeline

Hari ke-23 Hilangnya Angeline, Petunjuk Balian Jadi Pembanding

Dari catatan Tribun Bali, setidaknya sudah lima `orang pintar` didatangkan oleh pihak kepolisian untuk melacak keberadaan Angeline.

Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Dok pribadi
Angeline, gadis yang hilang saat main di depan rumahnya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewa Ketut Karta sedang membakar dupa di Pura Batu Bolong, tepat di depan rumah milik Margareith di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, beberapa waktu yang lalu.

Saat itu, balian atau `orang pintar` asal Bunut Bolong, Pekutatan, Jembrana ini sedang melakukan ritual untuk mencari Angeline, bocah perempuan 8 tahun yang menghilang dari rumah Margareith (ibu angkatnya) sejak 16 Mei lalu.

(Baca Juga Berita Terkait: Ini Kasus yang Sukses dan Gagal Diungkap dengan Bantuan ‘Orang Pintar’)

Menurut penerawangan Karta, bocah yang masih duduk di kelas dua SD itu dibawa oleh makhluk astral.

Makhluk yang berada di sekitar rumah tersebut, kata Karta, merasa iba pada Angeline karena setiap hari sering melihat ia diperlakukan tidak baik oleh ibu angkatnya.

"Ada makhluk yang meminjamnya. Ia masih hidup dan dalam keadaan yang baik. Saat ini makhluk tersebut belum mau menampakkannya. Ditunggu saja, pasti akan kembali lagi," kata Karta.

Karta bukanlah ‘orang pintar` pertama yang dilibatkan kepolisian dalam pencarian anak hilang tersebut.

Dari catatan Tribun Bali, setidaknya sudah lima `orang pintar` didatangkan oleh pihak kepolisian untuk melacak keberadaan Angeline.

Tetapi, sampai kemarin atau hari ke-23 hilang, Angeline belum juga ditemukan.

Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Denpasar Timur AKP I Nyoman Darsana mengatakan, penggunaan jasa `orang pintar` tidak masuk dalam standar pengungkapan kasus di kepolisan.

Tetapi, ‘orang pintar` kerap dilibatkan untuk membangkitkan spiritualitas dan kepercayaan diri para anggota agar tak patah arang dalam mengungkap sebuah kasus.

Menurut Darsana, biasanya jasa paranormal dipakai ketika proses penyelidikan sudah dirasa mentok.

"Saat semua prosedur penyelidikan sudah lakukan, tapi hasil belum ada atau mentok, maka kita juga mengundang pemuka agama dan `orang pintar` untuk mendoakan kami agar cepat mengungkap kasus tersebut.

Namun, penyelidikan secara profesional tetap diteruskan," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved