Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Istri Manuaba Tersangka Korupsi LPD di Gianyar Akan Diberi Mesin Jahit

"Saya menjadi lebih tabah dan kuat untuk menghadapi cobaan ini. Saya tidak ingin melihat anak-anak saya trauma berkepanjangan," ungkap Kertiasih

Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Tim PPKB Gianyar mendatangi Kertiasih di P2TP2A, Selasa (9/6/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Enam hari sudah Kertiasih dan tiga anaknya tinggal di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gianyar, Bali.

Dalam masa pengasingan, psikolog dan dokter rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi mereka.

Trauma yang sempat dialami satu keluarga ini, kini dalam proses pantauan.

Begitu juga dengan kondisi kesehatan fisiknya.

"Saya menjadi lebih tabah dan kuat untuk menghadapi cobaan ini. Saya tidak ingin melihat anak-anak saya trauma berkepanjangan," ungkap Kertiasih, saat menerima kunjungan dari tim Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Bencana (PPKB) Kabupaten Gianyar, Selasa (9/6/2015).

Kertiasih juga mengucapkan terimakasih karena pemerintah telah memberikannya dukungan.

Tidak hanya moral, material pun juga.

Paling tidak selama di P2PT2A, ia tidak akan kesulitan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan mesin jahit sekaligus membantu mencarikan orderan.

"Perhatian dan bantuan ini sangat berarti. Anak-anak saya juga pastinya senang," ucapnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Putu Sri Ambari mengatakan, Kertiasih dan ketiga anaknya saat ini memang dirasa lebih aman tinggal di P2TP2A.

Ini disebabkan karenan Kertiasih belum memiliki tujuan atau tempat tinggal tetap.

Jika dibiarkan pulang ke Belaluan, ia khawatir anak-anak Kertiasih kembali mengalami shock setelah melihat langsung rumah mereka sudah rata tanah.

"Saya khawatirkan anak-anak belum siap melihat kondisi rumah mereka. Kami lebih berkonsentrasi pada kondisi anak-anak, baik secara fisik maupun mental. Ini untuk melindungi masa depan mereka," terangnya.

Terlepas dari kasus korupsi uang LPD Belaluan yang dilakukan Manuaba, tidak semestinya masa depan anak-anaknya dikorbankan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved