Pembunuhan di Bangli
Aristya, Bocah 7 Tahun yang Dibunuh Pamannya Dikenal Pintar dan Periang
Kabar meninggalnya Aristya membuat guru dan teman-teman sekolahnya menangis. Ini penilaian guru tentang bocah 7 tahun ini
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harusnya, Luh Putu Sri Aristya pagi kemarin, Jumat (12/6/2015) sekolah.
Agenda di sekolah adalah membuat dekorasi di sebuah ruangan untuk acara penerimaan rapor yang rencananya dilaksanakan hari ini, Sabtu (13/6/2015).
Namun, malang nasib tak bisa dihindari.
Bocah lugu yang sekolah di SDN 1 Apuan ini berakhir dengan cara yang tragis.
Kabar terbunuhnya Aristya tersiar cepat.
Ini karena lokasi sekolah tak jauh dari rumahnya.
Kabar tersebut sontak membuat guru dan teman-teman sekolah Aristya menangis.
"Anak-anak tadi menangis mendengar Aristya meninggal. Kami pun begitu," kata Kepala Sekolah SDN 1 Apuan, I Made Sukamada pada Tribun Bali.
Aristya dikenal sebagai siswa yang penuh semangat dan periang.
Setahun sekolah ia menunjukkan potensinya yang besar.
Dua kali pembagian rapor, dua kali juga ia mendapat posisi sepuluh besar.
Rencananya bertepatan dengan pembagian rapor besok pagi ini, guru dan para siswanya akan menggelar doa bersama.
Mereka berharap agar Aristya beristirahat dengan tenang.
"Aristya anak yang periang dan penuh semangat. Dia pintar, sekarang saja dia lagi masuk sepuluh besar. Nilainya bagus-bagus. Kami akan menggelar doa bersama untuk Aristya," tutur Sukamada. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/luh-putu-sri-aristya_20150613_112728.jpg)