Bali United Pusam
Dapat Tawaran Tarkam Rp 2 Juta, Bayu Gatra Terima Karena Alasan Ini
Nasib kompetisi Liga Indonesia belum memperlihatkan tanda-tanda akan dimulai. Akhirnya Bayu Gatra terima tawaran bermain tarkam karena ini.
Penulis: Marianus Seran | Editor: Uploader bali
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Nasib kompetisi Liga Indonesia hingga kini masih belum memperlihatkan tanda-tanda akan dimulai.
Meski ada sejumlah even kompetisi dan turnamen yang digagas Tim Transisi, namun hal itu belum jelas kapan akan digulirkan.
Akibatnya, sejumlah klub Tanah Air banyak yang memutus kontrak para pemainnya lantaran tak ada pemasukan anggaran untuk tim.
Dari banyak klub yang memutus kontrak, ada beberapa tim yang dengan kekuatan finansial cukup besar mempertahankan kerangka pemain.
(BERITA TERKAIT: Bayu Gatra Tetap Hidup Sederhana di Kampung Halamannya)
Satu di antaranya adalah Bali United Pusam.
Klub besutan Coach Indra Sjafri ini tetap mempertahankan semua pemain, kecuali pemain asing.
Sejumlah pemain Bali United cukup menikmati keputusan manajamen mempertahakan mereka.
Terlebih kualitas para pemain Serdadu Tridatu ini, makin moncer tak kala melakoni dua laga uji coba terakhir.
Mereka mampu menang beruntun ketika menjamu Pusamania Boreno FC dan Arema Cronus beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan pemain dari klub lainnya, banyak dari mereka yang mengikuti kejuaraan antar kampung (tarkam) untuk mempertahankan agar dapur mereka tetap ngebul.
Meski manajemen tidak membubarkan timnya, namun penyerang sayap Bali United, Bayu Gatra Sanggiawan memilih untuk ikut ke "dunia" tarkam yang sempat melambungkan namanya itu.
Hal itu dipilih Bayu Gatra lantaran di kampungnya banyak tawaran bermain tarkam.
Bayu Gatra mengaku dibayar Rp 2 juta untuk sekali main.
"Kemarin banyak tawaran main tarkam. Saya main tarkam Selasa (16/6/2015) di Jember. Saya dibayar Rp 2 juta," kata Bayu saat dihubungi Tribun Bali, Jumat (19/6/2015).