Inspirasi
Bibit Kentang Bebas Virus Berhasil Dikembangkan Oleh Wanita Asal Denpasar
Para petani di Bali menanam kembali kentang sisa hasil panen. Mereka melakukannya terus menerus sehingga bibit kentang menjadi terinfeksi.
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Irma Yudistirani
Sebelumnya jumlah yang dipanen hanya 10 ton per hektar.
Kini dengan menggunakan bibit generasi pertama, hasilnya mencapai sekitar 25 ton per hektar.
“Saya sangat tertarik untuk meneliti ini karena memang kondisi kentang di Bali dan Indonesia cukup mencemaskan. Indonesia, termasuk Bali, masih mengimpor kentang bibit dan kentang konsumsi dari berbagai negara,” tambahnya.
Apabila dicermati, sesungguhnya masih banyak lahan di Bali yang bisa diolah.
Hanya saja, Asta menilai, Bali telah krisis sumber daya manusia yang kompeten untuk mengembangkan dunia pertanian.
“Apabila mau serius, sebenarnya hasilnya sangat lumayan,” tandasnya.
Tantangan lain yang juga harus dihadapi Asta adalah kemampuan untuk memproduksi langsung benih kentang generasi pertama.
Selama ini mereka masih membelinya dari sejumlah tempat di Pulau Jawa.
“PR saya sekarang, bagaimana bisa melakukan swasembada bibit. Itu proses produksinya harus secara in vitro, dalam gelas. Saya yakin sangat mungkin untuk mengembangkannya di Bali. Sampai saat ini saya masih sangat penasaran,” ucapnya.
Selain kentang, Asta juga melakukan penelitian pada sejumlah hasil hortikultura, semisal brokoli.
Istri dari Ir Ida Bagus Made Gunawan ini sempat meneliti 12 varietas Brokoli yang bisa beradaptasi dengan panas, bekerjasama dengan peneliti dari Cornell University, USA.
“Pada dasarnya, kami kerja tidak hanya di lapangan tapi juga di lab. Ada banyak dalam dunia pertanian hal-hal yang bisa digali dan dieksplorasi lebih jauh. Selalu muncul ide-ide baru setelah berinteraksi dengan masyarakat, tandasnya.
Selain itu, penting untuk diketahui bagaimana proses pembibitan, meningkatkan kualitas benih, serta teknik budidaya yang tepat.
Serta cara menyimpan produk pertanian dalam jangka waktu panjang agar harganya tidak anjlok saat panen raya. “Tantangannya masih banyak ke depan,” tegasnya. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-ayu-astarini_20150628_155037.jpg)