Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Kroditnya Kemacetan di Jalur Padat Jalan Kerobokan - Canggu

Selain sempit, jalur ini juga setiap hari dilalui bus besar (parwisata) dan truk barang.

Tirbun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kemacetan di seputaran jalan Kerobokan - Canggu 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Jalur jalan raya Kerobokan hingga Canggu, Kuta Utara yang difungsikan sebagai jalan alternatif kini kondisinya sangat krodit.

Berdasarkan pantauan Tribun Bali serta pengakuan warga sekitar lokasi, praktis setiap hari khususnya sore hari jalur ini macet hingga 2 kilometer (Km).

Jalan yang hanya selebar lima meter ini banyak aspal bergelombang, ditambah tingginya intensitas lalu lalang kendaraan menambah jalur ini semakin padat.

Di jalur ini pula kerab dijadikan jalan utama menuju objek wisata pantai di Desa Canggu serta objek wisata Tanah Lot Tabanan.

Warga sekitar yang juga punya usaha showroom mobil, I Nyoman Sucipta (35), mengatakan setiap hari sedikitnya dia menemui tiga orang mengalami kecelakaan.

Kecelakaan biasanya terjadi setiap pukul 18.00 Wita ke atas, tepatnya saat keadaan sedang macet parah.

Dia memperkirakan, minimnya lampu penerang jalan (LPJ) serta kerusakan jalur menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Pengendara sepeda motor katanya paling sering terjatuh lantaran mengambil jalur ke pinggir hingga terperosok.

"Hampir setiap hari saya menolong orang (jatuh). Kalau setiap hari ada kecelakaan tentu pemerintah harus mengambil tindakan," ujar pria yang akrab disapa Mang Nik itu.

Kondisi ini sudah terjadi lebih dari tiga tahun.

Dia berharap agar pemerintah membuka jalur baru.

Akibat jalur padat ditambah kerusakan jalan, setiap sore hari kawasan ini selalu macet parah.

"Setiap hari macetnya sampai dua kilo meter. Ini disebabkan jalur S depan Banjar Tandeng, Desa Tibubeneng, Kuta Utara,” urainya.

Selain sempit, jalur ini juga setiap hari dilalui bus besar (parwisata) dan truk barang.

“Kendaraan selalu numplek di sana. Menurut saya, jalur hijau yang ada di sana dijadikan jalan. Kalau masih menggunakan akses jalur S ini, sampai kapanpun masalah kemacetan tidak akan teratasi," tandasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved