Jatuh Saat Cari Janur, Wisma Alami Pendarahan di Kepala
I Wayan Wisma (25) dalam keadaan setengah sadar hanya bisa menggerakan kakinya secara tidak terkontrol di IRD RSUP Sanglah, Rabu (1/7/2015).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Wayan Wisma (25) dalam keadaan setengah sadar hanya bisa menggerakan kakinya secara tidak terkontrol di IRD RSUP Sanglah, Rabu (1/7/2015).
Kaki Wisma diikat dengan potongan kain di atas Valbed tempatnya berbaring. Di sampingnya, empat anggota keluarganya terus memegang kaki dari Wisma yang terus bergerak tidak terkontrol.
"Mungkin ini pengaruh dari obatnya. Padahal saat ini dia ini kondisinya belum sadar dan belum bisa diajak berkomunikasi" terang salah satu keluarga dari Wisma.
Wisma harus mendapatkan perawatan setelah terjatuh dari atas pohon kelapa saat mencari janur di kampung halaman istrinya, di Desa Selat, Karangasem.
"Kejadiannya dua hari yang lalu (28/6/2015). Saat itu ia memanjat pohon untuk mencari janur. Tapi tiba-tiba ia terjatuh dan langsung tidak sadarkan diri. Saya kurang tau ia terjatuh dari ketinggian berapa meter, karena saat ia terjatuh tidak banyak orang yang tahu," ujarnya.
Salah satu keluarga dari Wisma menceritakan, saat itu Wisma langsung dilarikan ke RSUD Klungkung, namun, karena cidera yang dialaminya, Wisma pun dirujuk ke RSUP Sanglah.
Akibat insiden tersebut, Wisma menderita cidera yang menyebabkan pendarahan di kepalanya.
Selain itu, Wisma juga menderita patah tulang pada tangan kanannya sehingga tangan kanan dari Wisma tampak di Bidai.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jatuh-pohon_20150701_200136.jpg)