Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jika Layang-layang ‘Knock Down’ Juara, akan Dapat Penghargaan Khusus

Untuk membuat layangan Knock Down tidak semudah membuat layangan biasa. Waktu pengerjaannya pun membutuhkan waktu yang lumayan lama. Soal pembuatan,

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: gunawan
Tribun Bali
Sejumlah peserta merakit layang-layang dalam lomba layang-layang ke-37 di Pantai Padanggalak,Sanur,Denpasar. Jumat (3/7/2015).(Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Made Sastra Adi Wiguna, satu di antara peserta lomba layang-layang yang diadakan oleh Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Bali di Pantai Padang Galak, Sanur, Denpasar sudah usai melombakan layangan Janggannya.

Namun, tak seperti peserta lainnya, dia malah “memutilasi” layangannya menjadi beberapa potong, kemudian digulung lalu di masukkan ke dalam mobil.

Setelah didekati, ternyata layangan itu adalah knock down, atau layangan yang bisa dibongkar pasang.

“Ini layangan knoc down. Jadi praktis dibawa. Tidak perlu merugikan pengendara di jalan kalau kita melintas. Makanya setelah dipakai kami bongkar,” ujar Made Sastra kepada Tribun Bali sambil terus membongkar layangaan knock down milik kelompoknya dari Kesiman, Denpasar.

Menurut Sastra, dia dan teman-temannya di Kesiman lebih senang membuat layangan knock down. Selain tidak mengganggu lalu lintas, layangan knock down baginya juga tidak rumit dalam hal mambawa ke lapangan maupun membawa pulang.

“Praktis. Tidak perlua lagi rumit-rumit membawanya” jelasnya.

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa layangan knock down itu tampilnya tidak bagus dan tidak seimbang di udara, namun tidak bagi Adi.

Untuk membuat layangan Knock Down tidak semudah membuat layangan biasa. Waktu pengerjaannya pun membutuhkan waktu yang lumayan lama. Soal pembuatan, Made Sastra juga menceritakan pengalamannya.

“Saya waktu pembuatannya sekitar satu bulan. Cara saya, saya bikin layangan itu permanen dulu. Terus, yang kedua baru kita ubah menjadi knock down. Saya pakai sedikit besi. Pakai cleam biar mau erat dia pada bagian guwang (penghasil suara pada)nya” paparnya.

Layangan knocl down juga sering disebut-sebut bermasalah saat menaikkan, saat di udara, dan saat penurunannya. Tapi, sesuai dengan pengalamannya, itu tak terjadi ada layangan knock down miliknya.

“Menurut pengaman tiang ya, waktu tiang naikkan dan turunkan tidak kok. Selama ini bagus” ujarnya.

Made Yuda, Ketua Panitia Lomba Layang-layang ke-37 ini mengatakan bahwa untuk jenis layangan knock down, pada perlombaan kali ini memang ada peningkatakan dari segi jumlah. Namun Yuda tidak mengetahui persis berapa jumlah peningkatan layangan knock down yang ikut pada perlombaan kali ini.

“Yang jelas ada peningkatan untuk yang knock down. Memang untuk layangan seperti itu sangat efektif terutama pada saat dibawa di jalan. Tapi biasanya layangan knock down cenderung sering kalah di udara,” jelas Yuda.

Lebih lanjut, untuk terus meningkatkan jumlah layangan knock down, Yuda mengatakan kalau ada layangan jenis knoc down yang bisa meraih juara, pihaknya akan meberikan penghargaan.

“Nanti kalau ada yang masuk (mendapat juara, baik 1, 2, 3,) akan diberikan penghargan khusus” jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved