Air PDAM di Selemadeg Timur Rawan Terganggu Saat Musim Kemarau
Sumber air baku PDAM Tabanan untuk wilayan Kerambitan yakni bersumber dari beberapa sumber mata air di antaranya
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tabanan mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengalami masalah terkait pendistribusian air ke pelanggan meski memasuki musim kering.
Tapi, untuk musim kemarau wilayah yang rentan terjadi gangguan distribusi air pada musim kemarau berada di wilayah Selemadeg Timur.
"Tahun lalu layanan air di Seltim (Selemadeg Timur) cukup parah, tapi sepertinya sekarang tidak terlalu," kata Direktur Utama PDAM Tabanan, Ida Bagus Oka Sedana saat ditemui di kantornya, Jumat (31/7/2015).
Pejabat asal Mengwi itu mengatakan wilayah Seltim rawan terjadi gangguan layanan jika memasuki musim kemarau dikarenakan sumber air yang digunakan PDAM Tabanan untuk wilayah oprasional Unit Kerambitan dan sekitarnya memang menurun hingga 60 persen.
Sumber air baku PDAM Tabanan untuk wilayan Kerambitan yakni bersumber dari beberapa sumber mata air di antaranya sumber mata air Riang, mata air Beji Panes, mata airb Guranjang dan mata air Krotok.
"Idealnya aliran air ke wilayah Unit Kerambitan dan sekitarnya 700 liter per detik, sekarang masih terpenuhi, tapi jika musim kemarau turun 5 liter saja air sudah tersendat," jelasnya.
Saat ditanya perihal kerugian yang disebabkan oleh kekeringan pada 2014, dia tidak menyebut angka pasti, yang jelas hanya menyebutkan persentase yang mencapai 20 persen dari total pemasukan.
“Nggak nyampe miliaran, ratusan juta lah," terangnya.
Untuk wilayah Unit Kerambitan, Oka Sedana mengatakan saat ini juga mengalami peningkatan sambungan ke pelanggan, yang sebelumnya telah memiliki sekitar 10 ribu pelanggan karena berkembanganya perumahan di wilayah Mandung.
"Sambungan di sana meningkat adanya trend pembangunan perumahan," jelasnya
Kepada masyarakat khususnya di wilayah rawan air saat musim kemarau, seperti Seltim pihak PDAM Tabanan mengharapkan agar masyarakat melakukan penampungan air di luar jam padat pemakaian air sehingga dapat mengumpulkan air secara maksimal.
"Misalkan untuk pagi, bisa ditampung dalam bak saat malamnya sehingga tidak kekurangan," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-air-pdam_20150415_105733.jpg)