Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Manusia Silver di Bali

BIKIN Resah! Aksi Mengemis Tapi Todongkan Pisau, Manusia Silver Berseliweran di Denpasar dan Badung

Aksi mengemis dengan menjadi manusia silver sangat meresahkan warga Bali khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Tayang:
ISTIMEWA/POLRESTA DENPASAR
BAWA SAJAM - Terduga manusia silver yang membawa sajam saat diamankan Polsek Kuta pada Minggu (17/4). 

TRIBUN-BALI.COM  - Aksi mengemis dengan menjadi manusia silver sangat meresahkan warga Bali khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kini, manusia silver berseliweran di beberapa titik traffic light yang ada di Denpasar dan Badung.

Bahkan ada manusia silver yang mengemis dengan membawa senjata tajam yakni pisau. Videonya pun ramai di media sosial, karena pisau yang dibawa sempat digunakan mengetuk kaca mobil di traffic light persimpangan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sunset Road, Kuta, Kabupaten Badung. Selain mengganggu pengguna jalan, aksi yang dilakukan meresahkan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung bergerak bersama dengan Polsek Kuta. Petugas melakukan pengejaran. Tim Unit Reskrim Polsek Kuta bergerak cepat mengamankan pelaku. 

Baca juga: CAPAI 6 Ribu Penumpang per Hari, Libur Panjang Penyeberangan Sanur ke Nusa Penida & Lembongan Naik!

Baca juga: KMP Samudera Utama Kandas di Dermaga Gilimanuk

Kurang dari 24 jam, pelaku terduga manusia silver tersebut berhasil diamankan. Pelaku diketahui bernama Andra Winata (26), seorang buruh asal Batujajar, Bandung. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada Minggu (17/5), sekitar pukul 04.00 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan penangkapan tersebut.  Ia menjelaskan dasar tindakan kepolisian ini bermula dari pemantauan tim Siber terhadap rekaman video yang diunggah di Instagram. Video viral itu memperlihatkan seorang pria dengan tubuh berbalut cat perak bertindak agresif kepada pengendara.

“Peristiwa penodongan tersebut terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WITA,” kata Iptu Gede Adi kemarin. “Saat itu, korban tengah berhenti di lampu merah dan tiba-tiba didatangi pelaku yang meminta uang sambil menodongkan pisau,” imbuhnya. 

Iptu Gede Adi menambahkan, korban yang merasa terancam dan resah kemudian merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya. Video itulah yang menjadi petunjuk utama bagi polisi untuk mengidentifikasi pelaku. 
Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Matheus Diaz Prakoso dan Panit Opsnal Ipda I Putu Santhi Adnyana untuk melakukan perburuan.

“Setelah melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan mendalami rekaman video serta CCTV di sekitar lokasi, tim berhasil mengamankan pelaku di wilayah Kuta dini hari tadi (kemarin) dan langsung dibawa ke markas komando untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari hasil interogasi sementara, Andra mengakui seluruh perbuatannya. Ia berdalih aksi menodongkan pisau tersebut dilakukan semata-mata untuk menakuti pengguna jalan agar bersedia memberikan uang saat dirinya mengamen. 

Dalam penangkapan ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang identik dengan rekaman video viral tersebut. “Barang bukti yang diamankan di antaranya satu kalung, satu celana boxer yang dikenakan saat kejadian, ember warna merah tempat menyimpan uang hasil mengamen, serta satu botol air mineral berisi cairan cat warna silver,” paparnya. 

Iptu Gede Adi menekankan tindakan tegas ini diambil untuk memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan di Bali, khususnya di kawasan wisata Kuta. 

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Kuta guna menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. “Akibat perbuatan pelaku, korban mengaku mengalami trauma dan merasa was-was setiap kali berkendara di jalan raya,” pungkasnya. 

Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara menjelaskan aksi manusia silver yang mengemis di wilayah Kuta sebenarnya sudah berkali-kali ditindak. Namun keberadaannya masih sering muncul. “Manusia silver ini sudah lama kita atensi tapi terus muncul lagi. Mereka muncul seiring dengan respon dari pengendara,” ujarnya, Minggu (17/5).

Disebutkan, sejumlah manusia silver, gepeng maupun pengamen sudah sering ditertibkan. Bahkan juga dilakukan pembinaan dan dipulangkan.  

Sementara itu, Satpol PP Kota Denpasar menggencarkan penertiban manusia silver. Tak hanya manusia silver, juga menyasar gepeng, dan pengamen. “Penertiban di Denpasar terus kami gencarkan. Karena mengganggu ketertiban dan membahayakan pengendara serta diri mereka,” kata Kepala Satpol PP Kota Denpasar, AA Ngurah Bawa Nendra, Minggu (17/5).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved